Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati, Ketua Komisi VI DPRA Minta Dugaan Kekerasan Diusut
Nazaruddin meminta polisi mengungkap penyebab kematian Rasya dan menelusuri informasi dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan
THE ATJEH NET — Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nazaruddin atau Tgk Agam, meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kematian Muhammad Rasya Fadilah, mahasiswa baru Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh.
Ia juga meminta informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap mahasiswa di lingkungan kampus tersebut ditelusuri.
Permintaan itu disampaikan Nazaruddin saat menemui keluarga Rasya di ruang jenazah RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu, 27 September 2026. Rasya disebut merupakan warga Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Menurut Nazaruddin, penyelidikan tidak cukup hanya memastikan penyebab medis kematian Rasya. Aparat juga perlu memeriksa rangkaian kejadian yang dialami mahasiswa tersebut selama menjalani pendidikan di Poltekpel Malahayati.
“Kami meminta pihak berwajib agar kasus yang menimpa Muhammad Rasya Fadilah dan anak saya diusut tuntas serta diproses sesuai hukum. Anak kami diantar ke sana untuk dididik, bukan untuk dipukul,” kata Nazaruddin.
### Orang Tua Mahasiswa Ceritakan Dugaan Kekerasan
Dalam pertemuan dengan keluarga Rasya, Nazaruddin turut menyampaikan pengalaman yang menurut pengakuan anaknya pernah terjadi selama menjalani pendidikan di kampus yang sama.
Ia mengatakan anaknya pernah mengaku mengalami pemukulan yang diduga dilakukan seorang senior berinisial A. Menurut Nazaruddin, persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Poltekpel Malahayati.
Nazaruddin menyebut anaknya kemudian mengaku kembali mengalami tindakan kekerasan. Ia mengatakan anaknya pernah bercerita dipukul sekitar 16 kali, termasuk pada bagian rusuk dan sejumlah bagian tubuh lainnya.
“Sebelum kejadian yang menimpa Muhammad Rasya Fadilah, anak saya juga pernah dipukul oleh seniornya. Anak saya mengatakan, ‘Ayah, saya dipukul, saya tidak sanggup lagi,’” ujar Nazaruddin.
Keterangan tersebut merupakan pengakuan yang disampaikan Nazaruddin berdasarkan cerita anaknya. Belum ada keterangan dalam informasi ini mengenai hasil pemeriksaan medis, laporan polisi, maupun tanggapan pihak yang disebut sebagai senior.
Karena itu, dugaan kekerasan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman oleh aparat serta pihak Poltekpel Malahayati.
### Penyebab Kematian Rasya Belum Dipastikan
Sementara itu, kematian Rasya masih dalam penyelidikan kepolisian. Penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut belum disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta forensik.
Nazaruddin meminta seluruh informasi terkait kondisi Rasya sebelum meninggal diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan saksi.
Menurut dia, lingkungan pendidikan semestinya memberikan perlindungan selama mahasiswa menjalani proses pembinaan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar fakta mengenai kondisi Rasya dan kejadian sebelum kematiannya dapat diketahui secara jelas.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Poltekpel Malahayati mengenai dugaan kekerasan yang disampaikan Nazaruddin maupun respons kampus terhadap permintaan pengusutan tersebut.
Poltekpel Malahayati merupakan perguruan tinggi vokasi bidang pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan yang berada di Kabupaten Aceh Besar.
Baca Juga:
