Harimau Sumatera Kembali Muncul di Aceh Timur, Warga Diminta Waspada
Sapi warga Julok Rayeuk Selatan diduga menjadi mangsa harimau. BKSDA Aceh diminta turun ke lokasi dan memasang perangkap
![]() |
| Gambar ilustrasi diolah dengan AI Chat gpt |
THE ATJEH NET — Kemunculan Harimau Sumatera kembali dilaporkan di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Warga Gampong Julok Rayeuk Selatan melaporkan seekor sapi diduga menjadi mangsa satwa liar tersebut.
Laporan itu diterima pihak Muspika Kecamatan Indra Makmu pada Kamis sore, 10 September 2026. Pemerintah kecamatan kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi keberadaan harimau agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Camat Indra Makmu, Irwansyah Panjaitan, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Informasinya kami terima dari salah satu warga Julok Rayeuk Selatan kemarin sore,” kata Panjaitan, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Panjaitan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan.
“Kami sudah koordinasikan dengan pihak BKSDA untuk segera turun ke lokasi dan memasang perangkap,” ujarnya.
Warga Diminta Tidak Beraktivitas Sendirian
Panjaitan mengimbau masyarakat Indra Makmu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan perkebunan atau lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan harimau.
Warga juga diminta sementara waktu menghindari aktivitas seorang diri di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi kemunculan satwa tersebut.
Jika melihat harimau, masyarakat diminta tidak mendekati atau melakukan tindakan sendiri. Warga diharapkan segera melaporkan temuan tersebut kepada aparatur gampong, pihak kecamatan, atau petugas terkait.
Menunggu Penanganan BKSDA
Laporan mengenai sapi yang diduga menjadi mangsa menjadi perhatian karena kemunculan harimau di sekitar aktivitas warga berpotensi memicu konflik manusia dan satwa liar.
Pemerintah kecamatan berharap penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur untuk melindungi keselamatan warga sekaligus mencegah tindakan yang membahayakan harimau sebagai satwa dilindungi.
Keterangan mengenai penyebab kematian sapi dan keberadaan harimau masih menunggu penanganan serta pemeriksaan petugas BKSDA di lokasi.
Baca Juga:

