Tambak Aceh Barat Rusak Diterjang Bencana, KKP Turunkan Excavator untuk Percepat Pemulihan
Alat berat langsung digunakan untuk membersihkan material bencana dan memperbaiki tambak pembudidaya ikan di Pasi Pinang.
![]() |
| Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Wakil Bupati dan Kepala DKP Aceh Barat menerima secara simbolis bantuan 1 unit excavator dari KKP di Meulaboh, Selasa (4/8/2026). |
ACEH BARAT — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan satu unit excavator untuk mempercepat pemulihan tambak rakyat yang rusak akibat bencana di Kabupaten Aceh Barat. Alat berat itu langsung digunakan untuk menangani tambak kelompok pembudidaya di Gampong Pasi Pinang yang tertimbun material bencana.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Selasa, 4 Agustus 2026. Excavator tersebut ditujukan untuk memperbaiki sarana budidaya dan infrastruktur perikanan yang terdampak bencana.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan alat berat itu akan diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat pesisir, terutama pembudidaya ikan dan kelompok nelayan yang terdampak bencana pada akhir 2025.
“Bantuan dari KKP ini akan langsung dialokasikan untuk kepentingan masyarakat pesisir, terutama perbaikan tambak rakyat, pengerukan muara sungai yang mengalami pendangkalan, hingga pemenuhan kebutuhan mendesak kelompok nelayan,” ujar Tarmizi di Aceh Barat, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Tarmizi, kerusakan tambak dan pendangkalan sejumlah kawasan perairan menjadi salah satu persoalan yang menghambat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, penggunaan alat berat diarahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Setelah penyerahan, excavator langsung dikerahkan ke Gampong Pasi Pinang. Tambak milik kelompok pembudidaya di kawasan itu sebelumnya tertimbun material akibat bencana sehingga mengganggu aktivitas budidaya.
Selain rehabilitasi tambak, alat berat tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan infrastruktur perikanan dan pengerukan muara sungai yang mengalami pendangkalan.
Dukungan KKP juga berkaitan dengan rencana pengembangan Kampung Nelayan di Aceh Barat. Kabupaten itu mendapat alokasi empat titik pengembangan Kampung Nelayan dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kini menyiapkan lahan dan dokumen pendukung. Dari empat lokasi tersebut, kawasan Padang Seurahet disebut telah siap untuk direalisasikan, sementara lokasi lain yang sedang dipertimbangkan berada di Suak Seumaseh atau Bubon.
Pemerintah daerah berharap pengerahan alat berat dapat mempercepat pemulihan tambak sehingga pembudidaya kembali berproduksi. Pemulihan sektor perikanan dinilai penting untuk mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga pasokan hasil perikanan di Aceh Barat.
Baca Juga:
