Sekolah Rakyat Lhokseumawe Resmi Beroperasi, 268 Siswa Ikuti MPLS Perdana
Sebanyak 268 siswa mulai mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Lhokseumawe untuk tahun ajaran 2026/2027.
![]() |
| Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, didampingi sejumlah pejabat melepas burung Merpati seusai acara MPLS Sekolah Rakyat di Jeulikat, Lhokseumawe. (idris bendung) |
LHOKSEUMAWE – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 268 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana yang dibuka Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, Jumat, 31 Juli 2026.
Beroperasinya sekolah tersebut menandai dimulainya pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Lhokseumawe yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan fasilitas Sekolah Rakyat di Lhokseumawe telah siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan MPLS dan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2026/2027.
Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 8,4 hektare itu menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Aceh.
Dalam kesempatan itu, Sayuti mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas tanpa memungut biaya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Sekolah ini semuanya gratis. Jadi kepada anak-anak, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan sesekali minta pulang karena semua kebutuhan sudah disediakan di sekolah ini," kata Sayuti.
Ia juga menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang diperoleh Kota Lhokseumawe untuk memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan kegiatan bersama seluruh siswa yang mengikuti pidato Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara daring melalui konferensi video sebagai bagian dari pembukaan Sekolah Rakyat secara nasional.
Baca Juga:
