Sekolah Rakyat di Aceh Ditargetkan Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin
Pemerintah Aceh menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM.
JANTHO - Pemerintah Aceh mendorong Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga yang membutuhkan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aceh, Syakir, mengatakan program tersebut dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Aceh,” kata Syakir saat menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Provinsi Aceh Tahun Ajaran 2026/2027 di Gampong Tumbo, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Syakir, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Sekolah juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kepercayaan diri peserta didik.
Karena itu, ia meminta peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, menaati tata tertib, serta membangun sikap jujur dan mandiri.
Syakir juga meminta guru dan tenaga kependidikan menjalankan proses pendidikan dengan mengedepankan keteladanan dan pendampingan terhadap siswa.
Pemerintah Aceh, kata dia, akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Program tersebut hadir di Aceh dengan dukungan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah Aceh menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif.
Syakir mengatakan pendidikan yang diberikan di Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang tangguh dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Islam serta kearifan budaya Aceh.
“Bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, semangat belajar, dan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Baca Juga:
