SWIPE UP TO READ

Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal

Dividen Bank Aceh untuk Banda Aceh tahun buku 2025 turun seiring penurunan laba. Pemko mempertimbangkan penambahan modal untuk meningkatkan penerimaan
Penyerahan deviden dilakukan Kepala Bank Aceh Kantor Cabang Utama (KCU) Banda Aceh, Andri Wardani, kepada Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

THE ATJEH NET
— Dividen yang diterima Pemerintah Kota Banda Aceh dari Bank Aceh Syariah untuk Tahun Buku 2025 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah kota menyiapkan opsi menambah penyertaan modal agar penerimaan dividen ke depan meningkat.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, Pemko Banda Aceh menerima dividen sebesar Rp2.058.121.053. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan besaran dividen berkaitan dengan nilai penyertaan modal pemerintah daerah di bank tersebut.

“Insya Allah kita akan menambah penyertaan modal kita ke Bank Aceh, sehingga dividen yang kita terima ke depan bisa lebih besar,” kata Illiza di Banda Aceh.

Menurut Illiza, tambahan dividen dapat memberikan ruang bagi pemerintah kota untuk membiayai program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Namun, rencana penambahan modal tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Penurunan dividen tahun buku 2025 terjadi seiring dengan menurunnya laba Bank Aceh. Illiza menyebut kondisi tersebut turut dipengaruhi dampak musibah hidrometeorologi yang melanda Aceh dan menekan aktivitas ekonomi.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima dividen dari Bank Aceh sebesar Rp2 miliar lebih. Tentu ini akan memberikan dampak manfaat untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dividen tersebut merupakan hasil dari penyertaan modal Pemerintah Kota Banda Aceh di Bank Aceh. Nilai penerimaan itu masuk sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat mendukung pembiayaan program pemerintah.

Zakat Bank Aceh Rp400 Juta

Pada kesempatan yang sama, Bank Aceh menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp400 juta kepada Baitul Mal Kota Banda Aceh. Dana tersebut selanjutnya dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan.

Penyerahan dividen dan zakat dilakukan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Dividen diserahkan Kepala Bank Aceh Kantor Cabang Utama Banda Aceh Andri Wardani kepada Illiza, sedangkan zakat perusahaan disalurkan kepada Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Bagi Pemko Banda Aceh, peningkatan penyertaan modal menjadi salah satu pilihan untuk memperbesar manfaat ekonomi dari kepemilikan daerah di Bank Aceh. Namun, langkah tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah kota.

Illiza berharap kondisi keuangan daerah membaik sehingga pemerintah kota memiliki ruang untuk meningkatkan investasi daerah. Dengan tambahan modal, Pemko berharap penerimaan dividen Bank Aceh pada tahun-tahun berikutnya dapat meningkat.

Sementara itu, zakat perusahaan sebesar Rp400 juta akan diarahkan kepada penerima yang memenuhi ketentuan melalui mekanisme Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal
  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal
  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal
  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal
  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal
  • Dividen Bank Aceh ke Banda Aceh Turun, Pemko Siapkan Tambah Modal