Aceh Buka Beasiswa Guru SMK Produktif, Hanya 20 Kuota untuk Pelatihan Smart Farming dan Migas
BPSDM Aceh membuka pendaftaran 4–12 Agustus 2026. Peserta mendapat pelatihan dan sertifikasi sesuai bidang keahlian.
BANDA ACEH — Pemerintah Aceh membuka seleksi beasiswa bagi guru produktif SMK dengan kuota hanya 20 orang. Program ini diarahkan pada dua bidang yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja, yakni pertanian berbasis teknologi dan industri migas serta kimia.
Program yang dibuka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh itu berlangsung pada Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 10 guru akan mengikuti pelatihan Smart Farming Based on IoT di BBPPMPV Pertanian Cianjur, Jawa Barat, sedangkan 10 lainnya mengikuti pelatihan Pengolahan Migas dan Kimia Industri di AKAOGAS Lhokseumawe.
Kepala BPSDM Aceh Marthunis mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru produktif agar materi yang diajarkan di SMK lebih sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
“Program beasiswa ini bertujuan memberikan kesempatan kepada guru SMK produktif untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional melalui pendidikan dan pelatihan pada perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan di dalam negeri sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan,” kata Marthunis dalam pengumuman BPSDM Aceh.
Pada program Smart Farming, peserta akan mempelajari penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian. Pelatihan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian.
Adapun peserta program Pengolahan Migas dan Kimia Industri akan mendapat pelatihan pada kompetensi Welding Inspector dan Electrical Inspector. Program ini juga mencakup sertifikasi nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Marthunis mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teori. Peserta akan mengikuti praktik dan uji kompetensi sehingga kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.
“Melalui kedua program pelatihan tersebut, diharapkan para guru memperoleh pengalaman pembelajaran yang aplikatif, menguasai teknologi terkini, serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Seluruh biaya program ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026. Peserta yang lolos diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga dapat mentransfer pengetahuan kepada guru lain melalui peran sebagai tutor sebaya di sekolah.
BPSDM Aceh membuka pendaftaran secara daring pada 4–12 Agustus 2026. Seleksi ditujukan bagi guru SMK produktif di Aceh yang memenuhi persyaratan program.
Marthunis mengatakan peningkatan kompetensi guru produktif menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat pendidikan vokasi. Guru dituntut mengikuti perkembangan teknologi agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang disediakan BPSDM Aceh, https://s.id/daftargurusmkproduktif. Informasi mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat diperoleh melalui admin program di nomor 0895-3770-64030 atau email pc3.psdmk.psdma@gmail.com.
Baca Juga:
