Tari Meusare-sare dari Banda Aceh Curi Perhatian di Panggung Rakernas APEKSI Medan
Penampilan Sanggar Citka Geunta memukau pengunjung Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Aceh.
![]() |
| Sanggar Citka Geunta membawakan Tari Meusare-sare |
MEDAN – Penampilan Sanggar Citka Geunta dari Banda Aceh menjadi salah satu sorotan dalam Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni yang digelar di Lapangan Benteng, Medan, Rabu malam, 1 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Sanggar Citka Geunta membawakan Tari Meusare-sare, tarian tradisional Aceh yang memadukan gerakan kompak dan dinamis. Penampilan itu mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang memadati arena acara.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Rosdi mengatakan partisipasi dalam ajang berskala nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Menurut dia, pementasan seni tradisional tidak hanya menjadi media pelestarian budaya, tetapi juga berperan dalam memperkuat promosi pariwisata daerah.
Salah seorang pengunjung, Carrol Hasibuan, mengaku terkesan dengan penampilan para penari dari Aceh.
"Ini pertama kalinya saya melihat tarian dari Aceh secara langsung. Kostumnya indah dan benar-benar menghibur," kata Carrol.
Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni menjadi salah satu agenda pendukung Rakernas APEKSI XVIII yang menampilkan beragam kesenian dan produk unggulan dari berbagai kota di Indonesia. Bagi Banda Aceh, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus memperluas promosi sektor pariwisata di tingkat nasional.
Baca Juga:
