Payudara Sering Nyeri Saat Olahraga? Bisa Jadi Penyebabnya Bukan Olahraganya, Melainkan Bra yang Dipakai
Nyeri payudara saat olahraga dialami banyak perempuan. Pemilihan sport bra yang tepat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kenyamanan
![]() |
| Foto: Ilustrasi olah raga |
Nyeri payudara saat berolahraga masih sering dianggap sebagai hal yang lumrah oleh banyak perempuan. Padahal, keluhan tersebut sebenarnya dapat dikurangi dengan penggunaan penyangga payudara yang sesuai.
Mengutip The Breast Journal, nyeri payudara akibat aktivitas fisik dialami hingga 72 persen perempuan yang aktif berolahraga. Kondisi ini terjadi karena payudara tidak memiliki otot yang menopang secara langsung. Jaringan payudara hanya disangga oleh kulit, ligamen, dan jaringan ikat.
Saat berlari, melompat, atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, payudara bergerak ke berbagai arah, tidak hanya naik dan turun, tetapi juga ke samping serta depan-belakang. Gerakan yang terjadi berulang kali dapat menarik jaringan penyangga sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Sports and Active Living menunjukkan bahwa besarnya perpindahan, kecepatan, dan akselerasi gerakan payudara menjadi faktor utama yang memicu nyeri saat berolahraga.
Selain itu, ukuran payudara, jenis olahraga, intensitas latihan, hingga kualitas penyangga yang digunakan juga memengaruhi tingkat ketidaknyamanan yang dirasakan.
Sport Bra Membantu Mengurangi Gerakan Payudara
Salah satu cara yang dinilai efektif untuk mengurangi nyeri adalah menggunakan sport bra yang sesuai. Berbeda dengan bra sehari-hari, sport bra dirancang untuk menopang payudara lebih baik sehingga gerakannya tetap terkendali selama beraktivitas.
Fungsi utama sport bra bukan untuk mengecilkan ukuran payudara, melainkan membatasi gerakan berlebihan yang dapat menarik jaringan penyangga. Semakin baik tingkat dukungannya, semakin kecil pula risiko timbulnya rasa nyeri.
Selain meningkatkan kenyamanan, penggunaan sport bra yang tepat juga dapat mendukung performa olahraga. Menurut Sports Medicine Australia, sport bra dengan ukuran yang pas mampu mengurangi ketidaknyamanan sekaligus memberikan keleluasaan bergerak.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan payudara yang optimal berkaitan dengan konsumsi oksigen yang lebih rendah dan efisiensi berlari (running economy) yang lebih baik. Dengan gerakan payudara yang lebih stabil, tubuh berpotensi menggunakan energi secara lebih efisien selama berolahraga.
Sesuaikan Sport Bra dengan Jenis Olahraga
Sebaliknya, menggunakan sport bra yang ukurannya tidak pas, sudah longgar, atau bahkan tidak memakai sport bra sama sekali dapat mengurangi fungsi penyangga dan meningkatkan risiko nyeri payudara.
Pemilihan sport bra sebaiknya disesuaikan dengan jenis aktivitas yang dilakukan. Untuk olahraga berdampak ringan, seperti yoga atau jalan santai, sport bra dengan tingkat dukungan rendah (low support) umumnya sudah memadai.
Sementara itu, olahraga dengan benturan atau gerakan berulang yang lebih intens, seperti lari, Hyrox, skipping, aerobik, maupun high-intensity interval training (HIIT), membutuhkan sport bra dengan tingkat dukungan tinggi (high support). Penyangga yang lebih kuat membantu membatasi gerakan payudara sehingga risiko nyeri dapat diminimalkan dan aktivitas olahraga menjadi lebih nyaman.
Baca Juga:
