Kisah Fahrizal, Siswa SMK di Aceh Timur yang Berjuang Melawan Kanker Darah Sambil Membantu Nafkahi Keluarga
Fahrizal terpaksa absen ujian karena bekerja membantu keluarga di tengah perjuangannya melawan kanker darah. Sekolah kini memberi pendampingan.
ACEH TIMUR - Di saat teman-temannya mengikuti ujian sekolah, M. Fahrizal justru harus menghadapi ujian kehidupan. Siswa kelas XI Program Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Negeri 2 Peureulak, Aceh Timur, itu tidak dapat mengikuti ujian karena harus membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Di tengah keterbatasan tersebut, ia juga berjuang melawan kanker darah.
Kondisi Fahrizal terungkap saat SMK Negeri 2 Peureulak menggelar rapat evaluasi proses pembelajaran. Dari hasil evaluasi, dewan guru menemukan sejumlah siswa yang mengalami kendala mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Untuk mengetahui penyebabnya, sekolah menugaskan wali kelas bersama guru Bimbingan dan Konseling (BK) melakukan program home visit. Tim kemudian mengunjungi rumah Fahrizal di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis, 2 Juli 2026.
Pelaksana Tugas Kepala SMK Negeri 2 Peureulak, Zaharni, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan agar sekolah dapat memahami langsung kondisi siswa beserta keluarganya sehingga pendampingan yang diberikan lebih tepat sasaran.
"Dari hasil kunjungan, kami mengetahui bahwa M. Fahrizal berasal dari keluarga kurang mampu. Ia tidak dapat mengikuti ujian karena harus membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Selain itu, ia juga sedang berjuang melawan penyakit kanker darah," kata Zaharni.
Menurut dia, ayah Fahrizal bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, Fahrizal merasa berkewajiban membantu memenuhi kebutuhan keluarga meski kondisi kesehatannya terus menurun.
"Kami berdialog langsung dengan orang tua siswa untuk mengetahui persoalan yang dihadapi. Dari situ kami memahami bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama sehingga anak terpaksa ikut bekerja membantu keluarga," ujarnya.
Pihak sekolah memastikan akan mendampingi Fahrizal agar tetap dapat melanjutkan pendidikannya hingga lulus.
"Kami akan berupaya membantu Fahrizal menyelesaikan pendidikannya di SMK Negeri 2 Peureulak. Setiap siswa yang menghadapi persoalan akan kami dampingi melalui wali kelas dan guru BK agar memperoleh solusi terbaik," kata Zaharni.
Ia menambahkan, program home visit menjadi salah satu cara memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberlangsungan pendidikan siswa.
"Melalui komunikasi yang baik, sekolah dan keluarga dapat bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang dihadapi peserta didik. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.
Baca Juga:
