Ketua TP PKK Aceh Ajak Diaspora di Makassar Perkuat Kontribusi untuk Pembangunan Daerah
Pertemuan dengan masyarakat Aceh di Makassar menjadi momentum memperkuat peran diaspora dalam pembangunan dan pelestarian budaya Aceh.
MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengajak masyarakat Aceh yang menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, terus memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah. Peran diaspora dinilai penting, tidak hanya dalam menjaga ikatan dengan kampung halaman, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi, pendidikan, dan pelestarian budaya Aceh.
Ajakan itu disampaikan Marlina saat bersilaturahmi dengan Ikatan Masyarakat Aceh (IMA) Makassar, Rabu, 8 Juli 2026. Menurut dia, warga Aceh di perantauan merupakan bagian dari aset daerah yang dapat menjadi jembatan kolaborasi antara Aceh dengan berbagai wilayah di Indonesia.
"Kami merasa bangga melihat kekompakan masyarakat Aceh di Makassar. Meskipun berada jauh dari kampung halaman, semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terpelihara dengan baik," kata Marlina.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberi manfaat bagi Aceh, baik melalui penguatan sumber daya manusia, promosi potensi daerah, pengembangan usaha, maupun pelestarian nilai-nilai budaya Aceh di perantauan.
Ketua Ikatan Masyarakat Aceh Makassar, Muhammad Husni Alsa, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurut dia, masyarakat Aceh di Makassar selama ini berupaya menjaga solidaritas sekaligus mempertahankan identitas budaya di tengah kehidupan perantauan.
"Pertemuan ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Selain melepas rindu dengan kampung halaman, silaturahmi seperti ini memperkuat kebersamaan masyarakat Aceh di Makassar," ujarnya.
Silaturahmi tersebut berlangsung saat rombongan TP PKK Aceh berada di Makassar untuk mengikuti rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK Nasional ke-54 dan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional ke-46.
Bagi Aceh, keberadaan diaspora tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga berpotensi mendukung pembangunan daerah melalui perluasan jejaring, promosi investasi, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelestarian budaya di luar daerah. Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Aceh di perantauan dinilai penting untuk terus diperkuat.
Baca Juga:
