Kementerian PU Percepat Perbaikan 36 Titik Jalan dan Jembatan di Aceh, Konektivitas Pascabencana Dikebut
Jalan nasional di Aceh telah pulih 100 persen. Pemerintah kini mempercepat rehabilitasi permanen jalan dan jembatan terdampak bencana.
BANDA ACEH - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi permanen infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh untuk memulihkan konektivitas yang terdampak bencana. Penanganan dilakukan di 36 titik yang tersebar di jalur Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah Aceh.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan seluruh ruas jalan nasional di Aceh kini telah kembali berfungsi. Pemerintah kini memfokuskan pekerjaan pada pembangunan permanen sejumlah jembatan yang sebelumnya hanya ditangani secara darurat atau sementara.
"Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya," kata Dody dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Dody, percepatan rehabilitasi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait agar proses rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani 36 lokasi yang mencakup rehabilitasi jalan, pembangunan jembatan, penguatan lereng, perlindungan tebing sungai, hingga pekerjaan struktur lainnya untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana di masa mendatang.
Di koridor Lintas Timur, pekerjaan berlangsung di 17 titik yang terdiri atas 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Sementara di Lintas Barat, penanganan difokuskan pada dua ruas jalan nasional serta Jembatan Krueng Beutong.
Adapun di jalur Lintas Tengah Aceh, rehabilitasi dilakukan di 16 lokasi yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Selain memperbaiki badan jalan dan jembatan, pemerintah juga memperkuat lereng dan tebing sungai sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana.
Salah satu proyek yang menunjukkan progres signifikan adalah pembangunan kembali Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progres konstruksi jembatan tersebut telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.
Jembatan itu dibangun dengan struktur yang lebih kuat setelah mengalami kerusakan akibat bencana. Kehadirannya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat memperkuat konektivitas antardaerah di Aceh sehingga akses transportasi menjadi lebih andal sekaligus lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Baca Juga:
