Delapan Bulan Pascabanjir Bandang, Jalan Utama di Desa Lubok Pusaka Aceh Utara Masih Rusak
Warga Desa Lubok Pusaka masih kesulitan beraktivitas karena akses jalan rusak akibat banjir bandang delapan bulan lalu belum diperbaiki.
![]() |
| Foto: Jalan desa lubuk pusaka |
ACEH UTARA - Delapan bulan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Utara, akses jalan utama di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, belum juga pulih. Kerusakan jalan yang menghubungkan sejumlah dusun membuat aktivitas warga hingga kini masih terganggu.
Jalan yang rusak berada di jalur penghubung Dusun Bidadari dengan Dusun Tanah Merah, serta akses menuju Dusun Seuleumak. Jalur tersebut sebelumnya menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas, namun kini sulit dilalui akibat kerusakan yang ditinggalkan banjir.
Geuchik Desa Lubok Pusaka, Janni, mengatakan kerusakan terjadi karena jalan berada di dekat bantaran sungai yang meluap saat banjir bandang pada November 2025.
"Jalan tersebut memang lokasinya dekat bantaran sungai dan terendam saat banjir melanda. Sekarang kami harus menggunakan jalan alternatif kalau ingin ke Simpang Lima. Jaraknya lebih jauh dibandingkan jalur sebelumnya," kata Janni, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut dia, kondisi jalan berubah sesuai cuaca. Saat musim kemarau, badan jalan dipenuhi debu tebal yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Saat banjir bandang melanda pada November 2025, kawasan tersebut sempat terendam dengan ketinggian air yang disebut mencapai sekitar 10 meter. Setelah air surut, endapan lumpur menutupi badan jalan. Lumpur yang kemudian mengering berubah menjadi debu, sedangkan saat diguyur hujan kembali menjadi lumpur yang menyulitkan mobilitas warga.
Kondisi itu berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari mengangkut hasil kebun, mengantar anak ke sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.
Janni berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut karena menjadi salah satu infrastruktur vital bagi masyarakat.
"Pemulihan jalan sangat kami harapkan agar aktivitas warga dan perekonomian desa bisa kembali normal," ujarnya.
Warga juga berharap penanganan pascabencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan darurat, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan infrastruktur yang rusak. Hingga kini, dampak banjir bandang masih dirasakan masyarakat karena terbatasnya akses transportasi di desa tersebut.
Baca Juga:
