Hadiri Khanduri Blang di Nisam, Kapolres Lhokseumawe Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Pangan
ACEH UTARA – Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menghadiri tradisi Khanduri Blang di Desa Keutapang, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 15 Juni 2026. Kehadiran orang nomor satu di Polres Lhokseumawe itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Sejak pagi, warga Desa Keutapang berkumpul di lokasi pelaksanaan Khanduri Blang, tradisi adat yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat agraris Aceh. Tradisi tersebut digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang diperoleh sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan pada musim tanam berikutnya.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Lhokseumawe, Kapolsek Nisam AKP Muslim, Camat Nisam Azhar, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama. Warga tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan sambil memanjatkan harapan agar hasil pertanian tetap melimpah dan kehidupan masyarakat senantiasa dalam keadaan aman serta sejahtera.
Dalam sambutannya, Ahzan mengapresiasi masyarakat yang masih menjaga dan melestarikan tradisi Khanduri Blang. Menurut dia, tradisi tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dipertahankan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong yang penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
"Khanduri Blang merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat," kata Ahzan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta mendukung berbagai program pembangunan, termasuk di sektor ketahanan pangan. Menurut dia, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas masyarakat, khususnya para petani.
Usai kegiatan seremonial, Kapolres bersama rombongan berbaur dengan warga. Sejumlah perbincangan berlangsung dalam suasana santai, mencerminkan kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Rangkaian Khanduri Blang kemudian ditutup dengan makan bersama. Di tengah hamparan sawah yang menjadi sumber penghidupan warga, tradisi tersebut tidak hanya menjadi momentum ungkapan syukur, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta membangun daerah.
Bagi masyarakat Aceh, Khanduri Blang merupakan tradisi turun-temurun yang umumnya dilaksanakan menjelang atau setelah masa tanam dan panen. Selain bernilai religius, tradisi ini juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Baca Juga: