Isu Adanya Warga Positif Corona, Min 4 Dayah Kruet Meurah Dua Diliburkan

author photoKherry Leib
15 Sep 2020 - 15:12 WIB

PIDIE JAYA - Penutupan Madrasah akan berlangsung selama satu Minggu sejak 14/22 akan datang guna pencegahan, pemutusan penyebaran virus yang mematikan tersebut penutupan yang dilakukan atas keputusan bersama antara pihak sekolah, Kemenag dan Tim Gugus setempat.

Kepala Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 4 H.Muslem yang media hubungi lewat whatsapnya menjelaskan Penutupan proses belajar mengajar ditempatnya karena isu salah satu warga berdampingan dengan sekolahnya dinyatakan positif Corona.

Untuk mengantispasi penyebaran virus tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Kankemenag, Tim Gugus dan Dinkes maka untuk sementara proses belajar mengajar dihentikan selama tujuh hari kedepan, jelas kepsek.

Terkait Penutupan MIN 4 yang ada di Gampong Dayah Kruet Meurah Dua Kankemenag Pidie Jaya, Ahmad Yani,SPD,I membenarkan pihaknya bersama tim Gugus mengambil kesimpulan untuk sementara diliburkan guna melakukan pencegahan penularan Covid-19 pada anak - anak didik tersebut.

Adanya isu warga yang dinyatakan positif Ketua Pusdalops tim gugus setempat Okta Handipa melalui handpone mengatakan hal yang sama untuk mencegah penularan pada anak - anak maka langkah yang diambil adalah penetupan sementara proses belajar mengajarnya.

"Adanya isu salah satu warga yang rumahnya berdampingan dengan sekolah maka timbul kekuatiran dari pihak sekolah, mereka menyampaikan hal tersebut pada Kemenag, Kankemenag menyampaikan ke kita atas kebijakan dan kesepakan bersama maka sementara waktu belajar dihentikan selama satu pekan," ungkap Okta.

Terkait adanya isu salah satu warga Gampong yang hasil Wasbnya positif Keuchik setempat,Muhammad Hasan Yusuf yang media jumpai dikantornya mengatakan tidak tau benar atau tidak warga
positif Corona.

"Sampai saat ini saya tidak tau benar atau tidak warga saya positif Corona sebab tidak ada yang melaporkan hal tersebut pada saya,ini sangat saya sesalkan mengapa para petugas medis,tim gugus atau pihak keluarga tidak ada yang memberitahukan pada saya," ujarnya dengan kesal.


Ketidak tauan Keuchik setempat dibenarkan oleh kepala dusun. "Bukan kami tutup - tutupi memang kami tidak tau apa - apa saya saja yang disamping rumah tersebut tidak tau kapan dan kemana dibawa yang bersangkutan sampai saat ini tidak ada berita pada kami,sehingga kami merasa resah dengan isu yang berkembang sampai - sampai sekolah dikampung kami diliburkan,".kata Kadus setempat.(KH)
KOMENTAR