BREAKING NEWS

Abu Mudi Apresiasi Kepala BGN Aceh, Pesantren Siap Jadi Motor Program MBG

BANDA ACEH- Pimpinan Dayah Ma'hadal Ulum Diniyyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI MESRA), Abu Syekh H. Hasanoel Bashry atau Abu Mudi, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, atas langkah strategisnya melibatkan pesantren dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh.

Apresiasi tersebut disampaikan Abu Mudi usai menghadiri silaturahmi dengan Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sanjaya, yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, pada 17 Januari 2026. Pertemuan itu secara khusus membahas penguatan peran pesantren agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai penyelenggara MBG.

"Kami sangat mengapresiasi Kepala Regional BGN Aceh, Mustafa Kamal, yang telah memperjuangkan keterlibatan Dayah MUDI dalam program MBG. Ini adalah kesempatan yang telah lama kami nantikan," ujar Abu Mudi.

Menurut Abu Mudi, pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi langsung dalam program strategis nasional tersebut. Dengan sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia, pesantren dinilai mampu mendukung pelaksanaan MBG, sepanjang ada pendampingan dan penyesuaian dengan standar program.

"Pesantren jangan hanya diposisikan sebagai penerima manfaat. Dayah memiliki SDM dan sarana yang memadai, tinggal dibenahi dan didampingi agar sesuai dengan standar MBG," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pesantren, termasuk Dayah MUDI, telah puluhan tahun berpengalaman dalam mengelola konsumsi santri secara mandiri. Pengalaman tersebut menjadi modal kuat untuk terlibat aktif dalam MBG.

"Pengelolaan makan santri adalah keseharian kami. Dengan dukungan yang tepat, kami siap berkontribusi maksimal dalam menyukseskan MBG," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Regional BGN Aceh Mustafa Kamal menyatakan komitmennya untuk melibatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam Program MBG. Ia berharap Abu Mudi dapat menjadi penggerak yang mendorong pimpinan dayah lain di Aceh agar turut berpartisipasi aktif.

Mustafa Kamal menilai Dayah MUDI memiliki posisi strategis, terutama karena didukung jaringan alumni yang luas dan tersebar di seluruh Aceh, sehingga berpotensi menjadi motor penggerak keterlibatan pesantren dalam program MBG.

"Saat ini BGN Aceh terus mengadvokasi pelibatan dayah-dayah dalam Program MBG. Selain Dayah MUDI, beberapa pesantren lain juga telah kami proyeksikan untuk terlibat," ungkap Mustafa.

Beberapa pesantren yang direncanakan bergabung di antaranya Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng yang dipimpin Abiya Anwar, serta Dayah Ummul Ayman di bawah pimpinan Waled Nu.

BGN Aceh juga membuka ruang seluas-luasnya bagi dayah-dayah lain di seluruh Aceh untuk berpartisipasi dalam Program MBG, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memberdayakan lembaga pendidikan keagamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala BGN Brigjen Pol Sony Sanjaya menyatakan sependapat dengan pandangan Abu Mudi. Menurutnya, pelibatan pesantren akan memperkuat ekosistem Program MBG serta memastikan pemerataan dan keberlanjutan manfaatnya di Aceh.(Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image