Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan

Gambar Ilustrasi AI/The Atjeh

ACEH UTARA - Ruang Cathlab di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia tampak sibuk selama dua hari terakhir. Di ruangan dengan peralatan khusus itu, dokter dan tenaga medis bekerja nyaris tanpa jeda menangani pasien penyakit jantung koroner yang membutuhkan tindakan cepat.

Sebanyak tujuh pasien berhasil menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring jantung dalam kegiatan Proctorship kedua yang berlangsung pada 22–23 Mei 2026.

Bagi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara itu, tindakan tersebut bukan sekadar prosedur medis rutin. Ini menjadi penanda penting bahwa layanan intervensi jantung mulai berkembang di daerah yang selama ini sangat bergantung pada rumah sakit rujukan di Banda Aceh maupun Medan.

Ketujuh pasien yang menjalani pemasangan ring jantung berasal dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara, mulai dari Matangkuli, Baktiya Barat, Lhoksukon, Dewantara hingga Nisam.

Selama ini, pasien dengan penyumbatan pembuluh darah jantung di Aceh Utara kerap harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas Cathlab di kota lain. Kondisi itu tidak jarang membuat penanganan menjadi terlambat, sementara penyakit jantung koroner membutuhkan tindakan cepat untuk menyelamatkan otot jantung pasien.

Kini, dengan hadirnya laboratorium kateterisasi jantung atau Cathlab di RSUD Cut Meutia, harapan itu mulai mendekat ke daerah.

Pelaksanaan tindakan PCI tersebut merupakan bagian dari program pengampuan yang melibatkan sejumlah rumah sakit rujukan nasional dan regional. Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, dan Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa turut mendampingi pengembangan layanan jantung di Aceh Utara.

Sebanyak 13 tenaga medis terlibat dalam kegiatan Proctorship tersebut. Di antaranya dr. Nanda Iryuza, Sp.JP Subsp.KI(K) dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta serta dr. Adi Purnawarman, Sp.JP(K), FIHA dari RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Tim itu juga diperkuat tenaga keperawatan dan petugas Cathlab berpengalaman yang mendampingi seluruh proses tindakan.

Sementara dari RSUD Cut Meutia, tindakan dilakukan oleh dr. Lia Susanti, Sp.JP bersama enam perawat jantung dan ICCU terlatih serta dua radiografer Cathlab.

Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menyebut keberhasilan tersebut sebagai langkah penting dalam pengembangan layanan kesehatan jantung di Aceh Utara.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh Utara di sektor kesehatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Proctorship, dokter spesialis jantung, serta tim Cathlab dan ICCU yang telah bekerja keras mewujudkan layanan ini,” ujar Syarifah Rohaya.

Bagi rumah sakit daerah, menghadirkan layanan PCI bukan perkara sederhana. Selain membutuhkan investasi alat yang mahal, layanan ini juga memerlukan sumber daya manusia dengan kompetensi khusus dan sistem penanganan yang terintegrasi.

Karena itu, pola pengampuan dari rumah sakit rujukan menjadi strategi penting agar transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung lebih cepat.

Di Aceh Utara, kebutuhan layanan jantung memang terus meningkat. Penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, sementara akses layanan intervensi selama ini masih terkonsentrasi di kota besar.

Akibatnya, banyak pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan tindakan pemasangan ring jantung. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan penanganan bisa berujung fatal.

Dengan tersedianya layanan PCI di RSUD Cut Meutia, rantai rujukan itu perlahan mulai dipangkas.

Pasien dari Aceh Utara dan wilayah sekitar kini memiliki akses layanan yang lebih dekat. Selain mempercepat penanganan, kondisi itu juga dapat mengurangi beban biaya keluarga pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.

Syarifah berharap kerja sama dengan rumah sakit pengampu dapat terus berlanjut agar kualitas layanan jantung di RSUD Cut Meutia semakin berkembang.

Bagi masyarakat Aceh Utara, keberhasilan tujuh tindakan pemasangan ring jantung itu mungkin baru awal. Namun di balik angka tersebut, tersimpan satu perubahan penting: layanan kesehatan jantung modern perlahan mulai hadir lebih dekat dari rumah mereka sendiri. 
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan
  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan
  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan
  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan
  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan
  • RSUD Cut Meutia Mulai Pasang Ring Jantung, Pasien Tak Lagi Bergantung ke Medan