SWIPE UP TO READ

Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen

Kerusakan irigasi yang berlangsung sejak 2021 kembali mengancam sawah warga. Tanggul darurat dibangun sambil menunggu perbaikan permanen

THE ATJEH NET — Sekitar 300 hektare lahan persawahan di kawasan irigasi Krueng Pase, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, terancam terendam banjir setelah tanggul di Gampong Tanjung jebol akibat luapan sungai. 

Warga kini mengandalkan tanggul darurat untuk mencegah air memasuki areal pertanian.

Sejumlah geuchik bersama masyarakat setempat menyusun karung berisi tanah dan pasir sepanjang sekitar 30 meter. Mereka juga sepakat menyewa alat berat untuk memperkuat tanggul sementara karena susunan karung dinilai belum cukup kuat menahan tekanan air jika debit sungai kembali meningkat.

Geuchik Tanjong Krueng Pase, Abu Bakar, mengatakan lahan yang terancam tersebar di tujuh gampong, yakni Mesjid, Keude Teupin Punti, Keutapang, Tanjong Krueng Pase, Tanjong Ara, Teupin Jok, dan Teungoh.

Menurut Abu Bakar, warga khawatir kerusakan tanggul akan kembali merugikan petani yang baru mulai menanam padi setelah bertahun-tahun tidak menggarap sawah.

“Sudah lima tahun warga kami tidak turun ke sawah dan sekarang baru pertama kali kembali menanam. Kalau kali ini gagal panen juga, kasihan warga,” kata Abu Bakar, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia mengatakan tanggul darurat tersebut hanya menjadi langkah sementara. Jika hujan deras kembali mengguyur kawasan perbukitan dan meningkatkan debit sungai, air berpotensi meluap ke lahan pertanian.

Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, mengatakan telah meminta para geuchik melakukan penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir. Ia juga menyetujui penggunaan dana tanggap darurat dari beberapa gampong untuk menyewa alat berat.

Surya menyebutkan, jika biaya penanganan tanggul di Gampong Tanjung melebihi Rp 30 juta, pihaknya akan mengupayakan tambahan anggaran dari sumber yang memungkinkan.

Perbaikan permanen masih dalam proses tender

Di tengah ancaman terhadap lahan pertanian, perbaikan permanen tanggul masih menunggu proses pengadaan. Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, M. Rizal, mengatakan penanganan kerusakan tanggul di empat daerah aliran sungai (DAS)—Jambo Aye, Krueng Pase, Krueng Keuruto, dan Alue Ubay—sedang dalam proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Rizal, kerusakan di empat kawasan tersebut direncanakan ditangani melalui pekerjaan permanen agar fungsi infrastruktur pengairan kembali optimal. Namun, ia belum menyebutkan jadwal dimulainya pekerjaan khusus untuk tanggul Krueng Pase yang jebol di Gampong Tanjung.

Sistem irigasi Krueng Pase mengalami kerusakan sejak 2021 dan telah melalui proses perbaikan selama lima tahun. Jaringan ini mengairi lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Aceh Utara serta Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Selama perbaikan permanen belum terlaksana, petani masih menghadapi risiko kerusakan tanaman jika air sungai meluap. Warga berharap tanggul segera diperkuat agar sawah yang baru kembali ditanami tidak terendam dan upaya petani memulihkan kegiatan pertanian tidak kembali terhambat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen
  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen
  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen
  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen
  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen
  • Tanggul Irigasi Krueng Pase Jebol, Petani Aceh Utara Terancam Gagal Panen