SWIPE UP TO READ

Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Paparan asap rokok juga membahayakan orang di sekitarnya

THE ATJEH NET
— Kebiasaan merokok tidak hanya mengancam kesehatan paru-paru, tetapi juga jantung dan pembuluh darah. Risiko ini tidak semata-mata menjadi persoalan perokok berat. Orang yang merokok dalam jumlah lebih sedikit pun tetap menghadapi risiko kesehatan, sementara paparan asap rokok dapat membahayakan anggota keluarga dan orang lain di sekitarnya.

Dinas Kesehatan Aceh Utara mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kebiasaan merokok sebagai hal sepele, terutama jika disertai tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau kurang aktivitas fisik. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Pesan edukasi ini disampaikan dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular oleh Dinas Kesehatan Aceh Utara, dengan narasumber Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM.

Rokok Memengaruhi Jantung dan Pembuluh Darah

Zat berbahaya dalam asap rokok dapat memengaruhi kerja jantung dan merusak sistem pembuluh darah. Nikotin dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sedangkan karbon monoksida mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Paparan asap rokok juga berkontribusi terhadap kerusakan lapisan pembuluh darah dan proses pembentukan plak yang dapat menghambat aliran darah.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Merokok juga berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu atau ketika pembuluh darah di otak pecah.

Risiko ini tidak selalu disertai keluhan pada tahap awal. Seseorang dapat merasa sehat dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, meskipun faktor risiko penyakit jantung sudah berkembang.

Karena itu, tidak tepat menjadikan jumlah rokok yang dihisap atau ada-tidaknya keluhan sebagai satu-satunya ukuran keamanan. Mengurangi jumlah rokok dapat menjadi langkah awal, tetapi berhenti merokok merupakan pilihan yang lebih baik bagi kesehatan.

Asap Rokok Juga Mengancam Keluarga

Dampak merokok tidak berhenti pada orang yang mengisapnya. Asap rokok dapat terhirup oleh pasangan, anak, orang tua, dan orang lain yang berada di lingkungan yang sama. Paparan asap rokok orang lain juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Membuka jendela atau merokok di ruangan yang memiliki ventilasi tidak menjadikan paparan asap rokok sepenuhnya aman. Karena itu, rumah dan kendaraan sebaiknya menjadi kawasan bebas asap rokok.

Perokok dapat memulai perubahan dengan tidak merokok di dalam rumah, tidak merokok di dekat anak-anak atau anggota keluarga yang rentan, serta mencari dukungan untuk berhenti. Upaya ini bukan sekadar menjaga kesehatan diri sendiri, melainkan juga melindungi orang-orang di sekitarnya.

Berhenti Merokok dan Kendalikan Faktor Risiko

Berhenti merokok memberikan manfaat kesehatan pada berbagai tahap kehidupan. Seiring waktu setelah berhenti, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah menurun dibandingkan jika seseorang terus merokok. Manfaatnya tetap penting bagi orang yang sudah lama merokok.

Selain berhenti merokok, masyarakat perlu memperhatikan faktor risiko lain. Pola makan seimbang, pembatasan konsumsi garam dan lemak jenuh, aktivitas fisik teratur, serta pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kolesterol merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Pemeriksaan kesehatan membantu mengenali faktor risiko yang mungkin belum menimbulkan gejala. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mengenai pemeriksaan yang sesuai dengan usia, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi orang yang kesulitan berhenti merokok, meminta dukungan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal. Berhenti merokok memang tidak selalu mudah, tetapi upaya yang dilakukan secara bertahap dengan dukungan yang tepat dapat membantu seseorang mempertahankan perubahan tersebut.

Kenali Tanda Bahaya Penyakit Jantung

Pencegahan perlu disertai pemahaman mengenai tanda bahaya. Nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang dapat menjadi tanda serangan jantung. Gejalanya tidak selalu sama pada setiap orang.

Jika gejala tersebut muncul secara mendadak, terutama bila berat atau menetap, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu gejala mereda sendiri atau mencoba memastikan penyebabnya tanpa pemeriksaan.

Melalui edukasi pencegahan penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Aceh Utara mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan kebiasaan yang berdampak pada kesehatan jantung. Tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, dan memeriksa faktor risiko merupakan langkah yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

Menjaga jantung bukan hanya urusan orang yang sudah sakit. Perubahan kebiasaan sejak dini membantu melindungi kesehatan diri sendiri sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi orang-orang di sekitar. 
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga
  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga
  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga
  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga
  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga
  • Rokok Bisa Merusak Jantung, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Asap bagi Keluarga