SWIPE UP TO READ

Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia


THE ATJEH NET - Perjalanan mencari kerang dan menjaring ikan di alur Sungai Mon Jambe, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, berakhir tragis. Muhammad Khalidin (15), seorang pelajar asal Gampong Pante Breuh, Kecamatan Makmur, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai tersebut, Minggu (25/10/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 14.22 WIB. Ironisnya, jenazah remaja itu ditemukan langsung oleh ayah kandungnya, M. Nur (38), setelah upaya pencarian dilakukan bersama warga di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa memilukan tersebut bermula ketika korban bersama ayahnya dan sejumlah warga berangkat menuju Sungai Mon Jambe untuk mencari kerang dan menjaring ikan. Namun, aktivitas yang semula berlangsung seperti biasa berubah menjadi kepanikan ketika korban berusaha menyeberangi sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri.

Derasnya arus sungai yang sedang pasang diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya penyelamatan. Korban dilaporkan mengalami kelelahan dan kram saat berada di tengah sungai dengan kedalaman lebih dari tiga meter.

Informasi mengenai tenggelamnya korban diterima warga sekitar pukul 13.00 WIB. Kabar tersebut segera menyebar dan memicu upaya pencarian yang melibatkan masyarakat, personel Polsek Gandapura, serta tim SAR dan BPBD Kabupaten Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Kapolsek Gandapura Iptu Jusman, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima informasi mengenai seorang anak yang tenggelam di alur Sungai Mon Jambe pada Minggu siang.

“Korban diketahui bernama Muhammad Khalidin, berusia 15 tahun, seorang pelajar yang berdomisili di Gampong Pante Breuh, Kecamatan Makmur,” ujar Iptu Jusman kepada Theatjehnet di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

Sempat Berusaha Menyeberangi Sungai

Kapolsek menjelaskan, sebelum kejadian, korban bersama ayah kandungnya, M. Nur (38), Ibrahim Usman (60), serta M. Zaini (28), yang merupakan Keuchik Pante Breuh, berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB.

Rombongan tersebut tiba di Sungai Mon Jambe sekitar pukul 12.00 WIB untuk mencari kerang dan menjaring ikan.

Saat berada di lokasi, korban kemudian melompat ke sungai untuk menyeberang dari sisi timur menuju sisi barat. Namun, ketika mencapai bagian tengah sungai, korban diduga mengalami kelelahan dan karam sehingga tidak lagi mampu melanjutkan renang.

Melihat korban kesulitan, para saksi berusaha memberikan pertolongan. Akan tetapi, kondisi sungai yang dalam, arus yang kuat, serta air yang sedang pasang membuat upaya penyelamatan tersebut sulit dilakukan.

Para saksi akhirnya kembali ke daratan dan berteriak meminta bantuan kepada sejumlah pemancing yang berada tidak jauh dari lokasi. Namun, upaya penyelamatan belum dapat dilakukan karena para pemancing tersebut juga tidak mampu berenang.

Beberapa menit kemudian, korban tidak lagi terlihat di permukaan air dan diduga hanyut terbawa arus.

Ditemukan Ayah Kandung Setelah Pencarian

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Gandapura bersama warga segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Upaya dilakukan dengan menyelam dan memasang jaring di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Pencarian berlangsung hingga akhirnya, sekitar pukul 14.22 WIB, korban ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban tenggelam.

Namun, harapan keluarga untuk menemukan korban dalam keadaan selamat pupus. Muhammad Khalidin ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke daratan oleh personel kepolisian bersama warga. Setelah tim SAR dan BPBD Kabupaten Bireuen tiba di lokasi, jenazah dievakuasi menggunakan mobil BPBD menuju Meunasah Mon Jambe untuk menjalani proses fardu kifayah, meliputi memandikan, mengafani, dan menyalatkan jenazah.

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Gandapura menuju rumah duka di Gampong Pante Breuh, Kecamatan Makmur, untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

“Pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak akan melakukan autopsi terhadap jenazah. Korban selanjutnya akan dikebumikan di Gampong Pante Breuh,” jelas Iptu Jusman.

Camat Makmur Turun ke Lokasi

Duka atas musibah tersebut turut dirasakan Pemerintah Kecamatan Makmur. Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP., bersama Ketua APDESI Fakrizal, terlihat mendatangi lokasi setelah menerima kabar mengenai tenggelamnya seorang warga Pante Breuh.

Asrial mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti sebagaimana kronologi kejadian saat pertama kali menerima informasi. Namun, begitu mendapat kabar bahwa seorang anak dari wilayahnya tenggelam di Sungai Mon Jambe, ia langsung menuju lokasi bersama Ketua APDESI.

“Saya belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai bagaimana kejadian tersebut. Begitu menerima kabar ada anak Pante Breuh yang tenggelam, saya langsung menuju lokasi bersama Ketua APDESI,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang merenggut nyawa remaja tersebut.

Muhammad Khalidin diketahui merupakan anak pertama dari pasangan M. Nur dan Marlina. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menyisakan kesedihan bagi warga yang terlibat dalam proses pencarian.

Warga dan Aparatur Gampong Bantu Evakuasi

Sekretaris Desa (Sekdes) Mon Jambe, M. Razi (30), mengatakan dirinya menerima informasi dari warga yang meminta bantuan setelah mengetahui adanya seorang anak tenggelam di alur sungai yang berada di Dusun Tgk. Dimane, Gampong Mon Jambe.

Setelah menerima laporan tersebut, ia bersama warga langsung menuju lokasi untuk membantu pencarian hingga korban akhirnya ditemukan.

Razi menjelaskan, sesuai kebiasaan masyarakat setempat, jenazah yang ditemukan dibawa terlebih dahulu ke meunasah untuk menjalani proses fardu kifayah sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

“Setelah menerima informasi, saya bersama warga langsung menuju lokasi untuk membantu pencarian. Beberapa saat kemudian, korban berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di sungai, terutama ketika air sedang pasang dan arus menguat, menyimpan risiko serius. Kedalaman air dan derasnya arus dapat membuat seseorang kesulitan menyelamatkan diri, bahkan ketika berada tidak jauh dari tepian.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga Muhammad Khalidin, musibah tersebut juga menjadi perhatian bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Satu perjalanan mencari kerang dan menjaring ikan berakhir dengan kehilangan yang tak tergantikan. Muhammad Khalidin pulang bukan lagi bersama keluarga, melainkan dalam iringan duka menuju tempat peristirahatan terakhirnya.(MS)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia
  • Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Mon Jambe, Ditemukan Meninggal Dunia