SWIPE UP TO READ

Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang

PUPR Lhokseumawe mengubah desain pedestrian di Jalan Merdeka agar tidak mempersempit jalan. Perubahan itu menghilangkan sejumlah item pekerjaan

THE ATJEH NET
— Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe mengubah desain proyek revitalisasi pedestrian Jalan Merdeka, Section 4, dari rencana awal di sisi saluran menjadi di atas saluran. 

Perubahan itu dilakukan karena desain awal dinilai berpotensi mempersempit badan jalan.

Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2026 tersebut memiliki nilai kontrak Rp3.888.715.000 dengan masa pelaksanaan 140 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan CV Gagak Hitam Rekayasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST, MT melalui Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kota Lhokseumawe, Junaidi, mengatakan jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Jika pedestrian dibangun sesuai desain awal, lebar badan jalan akan berkurang.

“Itu jalan wewenang provinsi, dan bila dilakukan sesuai perencanaan maka jalan lebar tersebut makin kecil. Maka dilakukan perubahan pekerjaan sehingga pedestrian dilakukan di atas saluran,” kata Junaidi, Senin, 19 Oktober 2026.

Perubahan desain itu berdampak pada lingkup pekerjaan. Junaidi mengakui sejumlah item yang tercantum dalam perencanaan awal tidak lagi dikerjakan setelah desain diubah.

“Akibat dari perubahan, ada beberapa item pekerjaan yang terpotong atau hilang dari perencanaan awal,” ujarnya.

Junaidi mengaku tidak mengetahui alasan desain awal dibuat dengan menempatkan pedestrian di sisi saluran. Menurut dia, perencanaan proyek tersebut tidak disusun pada tahun berjalan.

“Perencanaan bukan tahun berjalan,” katanya.

Setelah desain diubah, pekerjaan difokuskan pada peninggian dan rehabilitasi saluran lama untuk mengembalikan kapasitas aliran air sekaligus menopang pedestrian. Dinding saluran ditinggikan mengikuti elevasi desain pedestrian, kemudian ditutup kembali menggunakan beton bertulang.

Junaidi mengatakan pekerjaan tersebut bertujuan mencegah saluran tersumbat dan memulihkan kapasitas aliran air. Setelah pengecoran selesai, permukaan pedestrian akan dipasangi granit.

“Pekerjaan pengecoran saluran di atas saluran lama itu sifatnya peninggian dan rehabilitasi saluran lama untuk mencegah saluran tersumbat dan mengembalikan kapasitas saluran. Setelah selesai pengecoran akan dipasang granit di atasnya,” ujar Junaidi.

Perubahan desain proyek ini menyisakan sejumlah hal yang perlu diperjelas, terutama mengenai item pekerjaan yang dihapus, nilai pekerjaan setelah perubahan, serta dasar teknis yang digunakan untuk menetapkan desain baru.

Dalam proyek yang dibiayai APBK, perubahan lingkup pekerjaan perlu didukung dokumen teknis dan administrasi yang jelas. Penjelasan tersebut penting untuk memastikan perubahan desain tetap sesuai kebutuhan lapangan, tidak mengurangi fungsi pekerjaan, dan dapat dipertanggungjawabkan dari sisi anggaran.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang
  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang
  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang
  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang
  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang
  • Revitalisasi Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp3,88 Miliar Berubah Desain, Sejumlah Item Pekerjaan Hilang