Bupati Bireuen Terima Lima Ekskavator dari Kemendagri, BPBD Bergerak Cepat Pulihkan Wilayah Terdampak Banjir
THE ATJEH NET - Upaya mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Bireuen mendapat dukungan nyata dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebanyak lima unit ekskavator disiapkan untuk membantu membersihkan lumpur dan endapan material banjir, sekaligus mendukung normalisasi sungai serta pemulihan lahan pertanian dan tambak milik masyarakat.
Dukungan alat berat tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, terutama di wilayah yang masih membutuhkan pembersihan dan pengerukan akibat endapan material banjir.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., didampingi Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T., menyampaikan hal itu saat menerima tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kemendagri di Pendopo Bupati Bireuen, Kamis (15/10/2026) Sore.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan alat berat, kebutuhan operasional, pengaturan jam kerja, serta pembagian tugas agar pengerahan ekskavator benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemendagri, Dr. Asmawa, A.P., M.Si., melalui Putu W. A.A. Pratama, menyampaikan bahwa lima unit ekskavator disiapkan melalui skema pinjam pakai. Bantuan tersebut terdiri atas dua unit ekskavator long arm dan tiga unit ekskavator biasa.
Dari lima unit yang direncanakan, tiga unit telah tiba di Bireuen, sedangkan dua unit lainnya masih dalam perjalanan. Seluruh alat berat tersebut diproyeksikan untuk membantu penanganan lumpur dan endapan material sisa banjir, baik di alur sungai maupun di lahan pertanian dan tambak yang terdampak.
BPBD Bergerak Cepat, Ekskavator Mulai Dikerahkan
Tidak berhenti pada koordinasi di tingkat kabupaten, langkah penanganan langsung dilanjutkan ke lokasi sasaran. Usai pertemuan di Pendopo Bupati Bireuen, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen, Ir. Marwan, S.T., M.T.
Melalui Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Fauzan, S.Pd., M.M., bersama tim Satgas PRR Kemendagri bergerak menuju Gampong Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam.
Di lokasi tersebut, satu unit ekskavator jenis PC 200 mulai dikerahkan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak banjir.
Langkah ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanggulangan bencana. Dukungan pemerintah pusat perlu diikuti dengan gerak cepat pemerintah daerah agar bantuan yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Di tengah tantangan pemulihan pascabanjir, pengerahan alat berat diharapkan dapat membantu membersihkan material yang menghambat aktivitas warga serta mempercepat pemulihan lingkungan dan lahan produktif.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan tambak, percepatan penanganan ini memiliki arti penting. Semakin cepat material banjir ditangani, semakin besar peluang masyarakat untuk kembali mengolah lahan dan memulihkan sumber penghidupan mereka.
Operasional Diatur, Pemulihan Harus Tepat Sasaran
Bupati Mukhlis menegaskan bahwa pengerahan ekskavator harus didampingi personel yang memahami kondisi lapangan. Pendampingan diperlukan agar penggunaan alat berat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan tingkat kerusakan serta kebutuhan di setiap lokasi.
Operasional alat berat direncanakan berlangsung dalam dua sif, yakni siang dan malam. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan bahan bakar, konsumsi operator, serta pengamanan peralatan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan berkesinambungan.
Penempatan lima unit ekskavator direncanakan di dua lokasi prioritas. Sebanyak empat unit, terdiri atas dua ekskavator long arm dan dua ekskavator biasa, akan diarahkan ke kawasan Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Sementara itu, satu unit ekskavator biasa ditempatkan di Gampong Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam.
Pekerjaan secara efektif dijadwalkan mulai Sabtu (17/10/2026). Pemerintah Kabupaten Bireuen akan mengoordinasikan penentuan titik kerja bersama operator dan personel pendamping agar pengerahan alat berat sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Gotong Royong Percepat Pemulihan Pascabencana
Pemulihan pascabanjir bukan sekadar membersihkan lumpur dan mengeruk sungai. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mengembalikan aktivitas masyarakat, memulihkan lahan produktif, serta membangun kembali kondisi lingkungan yang terdampak bencana.
Karena itu, dukungan lima unit ekskavator dari Kemendagri diharapkan menjadi penguat bagi kerja keras seluruh unsur penanggulangan bencana di Kabupaten Bireuen.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, Satgas PRR, operator alat berat, dan masyarakat menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Di tengah beratnya dampak bencana, kehadiran alat berat dan gerak cepat petugas di lapangan membawa harapan bagi warga yang menantikan pemulihan wilayah mereka. Setiap titik yang dibersihkan dan setiap saluran yang kembali berfungsi menjadi bagian dari perjuangan untuk bangkit dari dampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga penanganan material sisa banjir semakin efektif, lahan pertanian dan tambak dapat dipulihkan secara bertahap, serta masyarakat terdampak kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Semangat pemulihan tidak boleh berhenti pada penyerahan bantuan. Dukungan yang tersedia harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan, demi mempercepat kebangkitan masyarakat Bireuen setelah bencana.(MS)
Baca Juga: