SWIPE UP TO READ

Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi

Konsumsi makanan bersantan dan gorengan perlu dikendalikan untuk menjaga asupan lemak dan kalori, terutama bagi warga yang memiliki faktor risiko

THE ATJEH NET - Makanan bersantan dan gorengan sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat sehari-hari. Keduanya tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi jumlah, frekuensi, dan cara pengolahannya perlu diperhatikan agar tidak meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengatur pola makan sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit tidak menular (PTM). Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori secara berlebihan, terutama jika disertai kurang aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan gangguan metabolik.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM, menjadi sumber untuk materi sosialisasi dan pencegahan penyakit tidak menular ini. Pesan utama yang perlu ditekankan adalah pentingnya membangun pola makan seimbang, bukan sekadar melarang jenis makanan tertentu.

Bukan Pantang, tetapi Mengatur Porsi

Makanan bersantan dan gorengan memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda, bergantung pada bahan, jumlah minyak atau santan yang digunakan, serta cara memasaknya. Karena itu, dampaknya terhadap kesehatan tidak bisa dinilai hanya dari nama makanannya.

Santan mengandung lemak, termasuk lemak jenuh. Sementara itu, gorengan dapat menyerap minyak selama proses pengolahan sehingga menambah asupan lemak dan kalori. Konsumsi berlebihan secara terus-menerus dapat menyulitkan pengendalian berat badan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Masyarakat tidak harus langsung menghilangkan kedua jenis makanan tersebut dari menu sehari-hari. Langkah yang lebih realistis adalah mengatur porsi, tidak terlalu sering mengonsumsinya, serta menyeimbangkan menu dengan sayur, buah, dan sumber protein.

Sebagai contoh, jika satu kali makan sudah menyajikan lauk bersantan atau gorengan, masyarakat dapat memilih pendamping yang lebih ringan, seperti sayuran yang tidak dimasak dengan banyak minyak. Variasi menu juga membantu menghindari kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dalam setiap waktu makan.

Perhatikan Minyak dan Cara Memasak

Selain jumlah makanan, cara pengolahan juga perlu menjadi perhatian. Menggoreng bukan satu-satunya pilihan untuk menyiapkan lauk. Merebus, mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan lemak tambahan.

Minyak goreng yang telah digunakan berulang kali, terutama jika berubah warna, berbau tidak biasa, atau menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya tidak digunakan kembali. Penggunaan minyak yang sudah rusak dapat menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan paparan senyawa hasil degradasi minyak.

Untuk masakan bersantan, penggunaan santan dapat disesuaikan dengan kebutuhan resep. Masyarakat juga dapat memperbanyak bahan makanan segar dan sayuran agar menu lebih beragam, tanpa harus menghilangkan makanan yang menjadi bagian dari kebiasaan keluarga.

Yang tidak kalah penting, pola makan sehat perlu berjalan bersama kebiasaan hidup aktif. Aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko PTM.

Warga dengan Hipertensi dan Kolesterol Perlu Lebih Cermat

Pengaturan makanan menjadi semakin penting bagi masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, diabetes, penyakit jantung, atau kelebihan berat badan.

Namun, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu menyesuaikan pola makan berdasarkan hasil pemeriksaan dan saran tenaga kesehatan. Mengurangi makanan tinggi lemak saja tidak otomatis menggantikan kebutuhan pengobatan atau pengendalian faktor risiko lainnya.

Masyarakat yang belum memahami cara mengatur menu harian dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas. Konsultasi dapat membantu menentukan pilihan makanan dan kebiasaan yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing, terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit kronis.

Pemeriksaan kesehatan juga penting karena sejumlah faktor risiko PTM, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak normal, dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Menunggu munculnya keluhan bukan langkah yang tepat untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Mulai dari Kebiasaan Kecil di Rumah

Mengubah pola makan tidak harus dilakukan secara drastis. Keluarga dapat memulainya dengan mengurangi frekuensi menyajikan gorengan, menyesuaikan penggunaan santan, memperbanyak sayur dan buah, serta menyediakan pilihan lauk yang diolah dengan lebih sedikit minyak.

Kebiasaan berbelanja dan memasak di rumah juga dapat menjadi kesempatan untuk mengatur bahan makanan dan ukuran porsi. Jika seluruh anggota keluarga ikut menerapkan pola makan seimbang, perubahan tersebut lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Pencegahan penyakit tidak menular bukan hanya soal menghindari satu jenis makanan. Upaya ini membutuhkan kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, pemeriksaan kesehatan, serta kepatuhan menjalani pengobatan bagi warga yang membutuhkannya.

Dengan mengatur konsumsi tanpa menerapkan pantangan secara berlebihan, masyarakat Aceh Utara dapat tetap menikmati makanan sehari-hari sekaligus lebih memperhatikan kesehatan. Prinsipnya sederhana: bukan semata-mata apa yang dimakan, melainkan juga seberapa banyak, seberapa sering, dan bagaimana makanan tersebut diolah. 
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi
  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi
  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi
  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi
  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi
  • Makanan Bersantan dan Gorengan Tak Harus Dihindari, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Atur Konsumsi