Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Berkala
Kolesterol tinggi dapat berlangsung tanpa keluhan dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke. Pemeriksaan membantu mendeteksi risiko lebih
THE ATJEH NET - Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga seseorang bisa merasa sehat tanpa menyadari bahwa kadar kolesterolnya berada di atas batas yang dianjurkan. Tanpa pemeriksaan, kondisi ini berisiko tidak terdeteksi hingga seseorang mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama untuk mendeteksi dan mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah dapat membantu tenaga kesehatan menilai risiko penyakit kardiovaskular serta menentukan langkah pencegahan yang sesuai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM, menjadi narasumber dalam materi sosialisasi dan pencegahan penyakit tidak menular ini.
Upaya pencegahan perlu dimulai dari kesadaran masyarakat bahwa kondisi tubuh yang terasa sehat belum tentu berarti seluruh faktor risiko berada dalam batas aman.
Kolesterol Tinggi Bisa Merusak Pembuluh Darah
Kolesterol merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan menghasilkan sejumlah hormon. Namun, kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi, terutama kolesterol LDL, dapat mendorong penumpukan plak di dinding arteri.
Penumpukan tersebut dapat mempersempit pembuluh darah dan mengganggu aliran darah. Jika terjadi pada pembuluh yang memasok darah ke jantung atau otak, risikonya dapat berkaitan dengan penyakit jantung koroner dan stroke.
Masalahnya, kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan tanda khusus yang bisa diandalkan untuk mengenali kondisi tersebut. Keluhan seperti pusing atau pegal bukan ukuran pasti kadar kolesterol. Pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk mengetahui nilainya.
Risiko juga tidak hanya ditentukan oleh angka kolesterol. Usia, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, tekanan darah, diabetes, dan kondisi kesehatan lain turut memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu dibaca bersama faktor risiko lainnya.
Pemeriksaan Berkala Membantu Menentukan Langkah
Pemeriksaan kolesterol membantu masyarakat mengetahui kondisi lemak dalam darah, termasuk kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida jika tercakup dalam pemeriksaan yang dilakukan.
Hasil tersebut dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menyarankan perubahan pola hidup, pemeriksaan lanjutan, atau pengobatan bila diperlukan. Kebutuhan dan frekuensi pemeriksaan tidak sama untuk setiap orang, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko masing-masing.
Masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas mengenai pemeriksaan yang sesuai. Bagi orang yang memiliki diabetes, hipertensi, riwayat penyakit jantung, atau keluarga dengan penyakit kardiovaskular pada usia relatif muda, konsultasi dapat membantu menentukan langkah pencegahan yang lebih tepat.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kolesterol tinggi, jangan langsung mengandalkan suplemen atau pengobatan tanpa arahan medis. Tenaga kesehatan dapat menilai tingkat risiko secara keseluruhan dan menentukan apakah perubahan gaya hidup sudah memadai atau perlu disertai obat.
Kebiasaan Sehari-hari Berpengaruh
Pengendalian kolesterol tidak hanya bergantung pada pemeriksaan. Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga berperan penting.
Masyarakat dapat mulai dengan membatasi makanan tinggi lemak jenuh, mengurangi konsumsi makanan olahan yang tinggi garam atau lemak, serta memperbanyak sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber serat lainnya. Pilihan sumber protein dan cara memasak juga perlu diperhatikan agar konsumsi lemak tambahan tidak berlebihan.
Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kebugaran dan berat badan. Berjalan kaki, bersepeda, atau kegiatan lain sesuai kemampuan dapat menjadi pilihan yang mudah diterapkan. Menghindari rokok, menjaga berat badan, serta mengendalikan tekanan darah dan gula darah juga merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan pembuluh darah.
Perubahan pola hidup tidak selalu langsung mengubah hasil pemeriksaan dalam waktu singkat. Konsistensi dan pemantauan tetap diperlukan, terutama bagi orang yang telah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi.
Bagi pasien yang diresepkan obat penurun kolesterol, pengobatan perlu dijalankan sesuai petunjuk tenaga medis. Perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik mendukung pengobatan, tetapi tidak selalu dapat menggantikan obat yang memang dibutuhkan berdasarkan tingkat risiko pasien.
Jangan Menunggu Keluhan Muncul
Pencegahan penyakit jantung dan stroke membutuhkan langkah yang dilakukan sebelum terjadi komplikasi. Pemeriksaan berkala membantu menemukan faktor risiko yang tidak terlihat dari kondisi fisik sehari-hari, sedangkan konsultasi tenaga kesehatan membantu masyarakat menentukan tindakan yang sesuai.
Keluarga dapat ikut mendukung dengan membiasakan menu seimbang, menyediakan waktu untuk aktivitas fisik, menghindari paparan asap rokok, serta mengingatkan anggota keluarga yang memiliki faktor risiko untuk memeriksakan kesehatan.
Bagi masyarakat Aceh Utara, langkah awal dapat dimulai dengan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan mengenai kebutuhan pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Hasil pemeriksaan akan lebih bermanfaat jika ditindaklanjuti melalui perubahan kebiasaan atau pengobatan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Kolesterol tinggi tidak selalu terasa, tetapi risikonya tidak boleh diabaikan. Mengetahui kondisi sejak dini memberi kesempatan untuk mengambil langkah pengendalian sebelum masalah berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Baca Juga:
