Jantung Sehat Dimulai dari Rumah, Dinkes Aceh Utara Dorong Warga Kendalikan Faktor Risiko
Pola makan tidak seimbang, merokok, kurang bergerak, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
THE ATJEH NET - Pencegahan penyakit jantung perlu dimulai dari rumah, melalui kebiasaan makan yang lebih sehat, aktivitas fisik teratur, lingkungan bebas asap rokok, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Langkah ini penting karena sejumlah faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tidak normal, dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengajak masyarakat tidak menunggu keluhan muncul untuk mulai menjaga kesehatan jantung. Pengendalian faktor risiko sejak dini menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular dan mengurangi kemungkinan komplikasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM, menjadi narasumber untuk materi edukasi ini. Pesan yang perlu ditekankan adalah bahwa kebiasaan sehat akan lebih mudah dijalankan apabila dibangun bersama keluarga dan dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan Sehari-hari Menentukan Risiko
Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan kalori dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bila disertai kurang aktivitas fisik dan berat badan berlebih. Kebiasaan merokok juga merusak pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung. Paparan asap rokok di rumah turut membahayakan anggota keluarga lain.
Perubahan tidak harus dimulai dengan pantangan yang berlebihan. Keluarga dapat mengurangi garam dalam masakan, membatasi makanan tinggi lemak jenuh, memperbanyak sayur dan buah, serta mengatur porsi makan.
Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan minyak.
Aktivitas fisik juga perlu menjadi rutinitas. Berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan kegiatan rumah tangga secara aktif dapat membantu menjaga kebugaran. Orang dewasa pada umumnya dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
Rumah bebas asap rokok menjadi langkah perlindungan yang dapat dimulai segera. Bagi anggota keluarga yang merokok, upaya berhenti merokok akan lebih bermanfaat bagi kesehatan dibanding sekadar memindahkan kebiasaan merokok ke ruangan lain.
Jangan Tunggu Gejala untuk Memeriksa Kesehatan
Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merupakan faktor yang perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hipertensi yang tidak terkontrol membebani jantung dan merusak pembuluh darah, sedangkan kolesterol LDL tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri. Diabetes juga meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Masalahnya, seseorang dapat merasa sehat meskipun memiliki faktor risiko tersebut. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol membantu mengetahui kondisi tubuh dan menentukan langkah pengendalian yang sesuai.
Dinas Kesehatan dapat memperkuat edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan dini, perubahan gaya hidup, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Warga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas mengenai pemeriksaan yang diperlukan berdasarkan usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko masing-masing.
Bagi orang yang telah didiagnosis hipertensi, diabetes, atau gangguan kolesterol, pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan. Konsumsi obat harus mengikuti petunjuk tenaga medis dan tidak dihentikan hanya karena tubuh terasa sehat. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik mendukung pengobatan, bukan menggantikannya.
Keluarga Menjadi Mitra Pencegahan
Kebiasaan sehat lebih mudah dipertahankan jika seluruh anggota keluarga terlibat. Menyediakan makanan yang lebih seimbang, mengurangi paparan asap rokok, membiasakan aktivitas fisik, serta saling mengingatkan untuk memeriksa kesehatan dapat menjadi langkah sederhana dengan manfaat jangka panjang.
Perhatian khusus diperlukan bagi anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lain. Konsultasi dengan tenaga kesehatan membantu menentukan kebutuhan pemeriksaan dan perubahan kebiasaan yang sesuai, tanpa mengandalkan pantangan yang belum tentu tepat.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda serangan jantung, seperti nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang. Gejala dapat berbeda pada setiap orang.
Jika muncul keluhan yang mengarah pada serangan jantung, segera cari pertolongan medis darurat dan jangan menunda dengan mencoba pengobatan sendiri.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya urusan orang yang sudah sakit. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, menghindari rokok, pemeriksaan berkala, dan pengendalian faktor risiko merupakan langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang.
Bagi keluarga di Aceh Utara, rumah dapat menjadi titik awal perubahan. Dengan membangun kebiasaan sehat dan memanfaatkan konsultasi tenaga kesehatan ketika diperlukan, upaya menjaga jantung tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
