Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Hipertensi dan Diabetes di Tengah Ancaman Banjir
Warga diminta menjaga pola makan, rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah, serta memastikan obat tetap tersedia saat banjir mengganggu aktivitas
THE ATJEH NET — Ancaman banjir saat musim hujan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan dan penyakit menular. Warga Aceh Utara juga perlu menjaga kesehatan dari penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes, yang dapat berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM, mengatakan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Upaya ini relevan bagi masyarakat yang aktivitas sehari-harinya dapat terganggu akibat hujan lebat maupun banjir.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan keluhan. Namun, jika tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sementara itu, diabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu komplikasi pada mata, ginjal, saraf, dan organ lainnya.
Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara berkala dapat membantu mendeteksi risiko lebih awal, terutama bagi warga yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau diabetes, kelebihan berat badan, maupun faktor risiko lainnya.
Imbauan Dinkes Saat Musim Hujan dan Banjir
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, warga Aceh Utara perlu tetap memperhatikan kesehatan meski aktivitas di luar rumah terbatas. Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi dan diabetes.
Pertama, jangan mengabaikan jadwal pemeriksaan kesehatan. Warga dapat memanfaatkan layanan Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksa tekanan darah dan gula darah sesuai kebutuhan.
Kedua, jaga pola makan selama musim hujan. Batasi konsumsi garam, makanan tinggi gula, dan minuman manis. Usahakan tetap mengonsumsi sayur, buah, serta makanan bergizi seimbang. Jika bantuan pangan atau makanan siap saji menjadi pilihan selama banjir, perhatikan kandungan garam dan gulanya sejauh memungkinkan.
Ketiga, tetap aktif sesuai kondisi dan utamakan keselamatan. Jika situasi aman, warga dapat melakukan aktivitas fisik ringan di rumah. Namun, jangan memaksakan olahraga di luar ketika hujan deras, terjadi genangan berbahaya, atau akses jalan terganggu.
Keempat, pastikan obat rutin tidak terputus. Warga yang mengonsumsi obat hipertensi atau diabetes perlu memastikan persediaannya cukup sebelum akses transportasi terganggu. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kelima, lindungi obat dan perlengkapan kesehatan dari air banjir. Simpan obat, kartu berobat, dan catatan pengobatan di tempat yang kering serta mudah dibawa ketika harus mengungsi. Jika obat rusak atau terendam, mintalah saran tenaga kesehatan sebelum menggunakannya kembali.
Keenam, jangan menunda pertolongan saat muncul tanda bahaya. Nyeri dada, sesak napas, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan medis segera. Jika banjir menghambat perjalanan, hubungi petugas atau layanan darurat setempat untuk meminta bantuan.
Pencegahan Dimulai dari Keluarga
Pencegahan hipertensi dan diabetes membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika seseorang merasa sakit. Keluarga dapat membantu dengan mengingatkan jadwal pemeriksaan, mendukung pola makan sehat, dan memastikan anggota keluarga yang menjalani pengobatan tetap mendapat akses terhadap obat.
Bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, persiapan kesehatan sebaiknya menjadi bagian dari kesiapsiagaan keluarga. Selain menyiapkan dokumen penting dan kebutuhan dasar, warga yang memiliki penyakit kronis perlu menyiapkan obat rutin serta informasi pengobatan yang dibutuhkan.
Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian PTM. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan serta penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Dengan kewaspadaan terhadap banjir sekaligus perhatian pada penyakit tidak menular, masyarakat Aceh Utara diharapkan dapat menjaga kesehatan selama musim hujan tanpa mengabaikan risiko penyakit kronis. [Adv]
Baca Juga:
