SWIPE UP TO READ

Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat

Sebanyak 70,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada akhir September, tetapi hujan lebat masih berpotensi terjadi
Uploaded Image
Ilustrasi realistis cuaca ekstrem di Aceh, awan cumulonimbus hitam pekat menggantung di atas Kota Banda Aceh (The Atjeh Net/AI) 

THE ATJEH NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir di Aceh, Sumatera Utara, dan Papua Pegunungan pada 12–15 Oktober 2026. 

Sejumlah daerah lain juga berpotensi mengalami hujan sedang dan angin kencang, meski kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.

Dalam prakiraan cuaca sepekan yang dirilis pada 8 Oktober 2026, BMKG menyebut cuaca umumnya masih berkisar dari cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan peringatan dini karena hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi secara lokal.  

Pada periode 12–15 Oktober, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Lampung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Kemarau Masih Mendominasi

Di tengah potensi hujan lebat di sejumlah daerah, sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kondisi relatif kering. BMKG mengaitkan situasi tersebut dengan pengaruh El Niño berintensitas sangat kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kedua fenomena iklim itu cenderung mengurangi pasokan kelembapan dan mendukung berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Data pemantauan curah hujan pada dasarian III September 2026 menunjukkan, 70,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah. Sebanyak 27,48 persen berada pada kategori menengah, sedangkan 1,93 persen masuk kategori tinggi. 

Meski demikian, kondisi kering tidak berarti hujan tidak akan terjadi. Dinamika atmosfer regional dan lokal, termasuk gelombang atmosfer serta pertemuan dan perlambatan angin, masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

BMKG mencatat hujan harian signifikan pada 1–4 Oktober 2026. Curah hujan tertinggi dalam data yang disebutkan mencapai 91 milimeter per hari di Sumatera Utara, disusul Sumatera Barat 69 milimeter, Aceh 67 milimeter, dan Jawa Barat 54 milimeter.

Waspadai Cuaca Panas dan Kebakaran Lahan

BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika cuaca panas. Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan dan menggunakan tabir surya untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Kondisi kering juga membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu dipertahankan. Warga diimbau menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, serta menggunakan air secara bijak di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Sebaliknya, masyarakat di daerah yang berpotensi diguyur hujan lebat diminta mengantisipasi genangan, longsoran material, petir, dan angin kencang. Warga juga perlu berhati-hati saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan ketika cuaca memburuk.

Perkembangan prakiraan dan peringatan dini dapat dipantau melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal media sosial resmi @infobmkg.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat
  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat
  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat
  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat
  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat
  • Cuaca Indonesia 12–15 Oktober, Aceh Waspada Hujan Lebat