SWIPE UP TO READ

Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan

BIREUEN- Keselamatan siswa dan tenaga pendidik di SMP Negeri 3 Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi atap bangunan sekolah yang disebut belum pernah direhabilitasi sejak 2006 kini dilaporkan mengalami kerusakan, dengan sejumlah kayu penyangga atap telah lapuk dan dikhawatirkan tidak lagi mampu menopang konstruksi secara optimal.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi ambruknya bagian atap, terlebih saat Kabupaten Bireuen memasuki musim hujan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan bangunan itu dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa di sekolah yang setiap hari beraktivitas belajar dan mengajar di ruang kelas.
Persoalan ini bukan semata-mata menyangkut kenyamanan belajar, melainkan juga menyangkut tanggung jawab pemerintah dalam memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan layak bagi peserta didik.

Kepala SMPN 3 Gandapura, Yusriati, S.Pd., Senin (19/10/2026), mengungkapkan bahwa kondisi atap sekolah membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Menurutnya, kerusakan yang terjadi telah berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar, terutama ketika hujan turun.

Air hujan dilaporkan masuk ke sejumlah ruang kelas hingga menyebabkan lantai dan area belajar menjadi basah. Kondisi tersebut membuat kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara optimal dan menambah kekhawatiran pihak sekolah terhadap keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

“Sejak 2006 sampai sekarang, atap sekolah ini disebut belum pernah direhabilitasi. Sejumlah kayu penyangganya sudah lapuk. Kami khawatir jika terus dibiarkan, sewaktu-waktu atap bisa roboh dan membahayakan siswa serta guru,” ujar Yusriati.

Ia berharap Bupati Bireuen, H. Mukhlis, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi bangunan tersebut.

“Kami memohon kepada Bapak Bupati Bireuen dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar secepatnya melakukan rehabilitasi atap sekolah ini. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan. Kami takut jika kerusakan ini dibiarkan, sewaktu-waktu atap bisa roboh,” harapnya.

Jangan Tunggu Musibah Baru Bertindak

Kerusakan atap sekolah yang disertai lapuknya kayu penyangga merupakan persoalan yang tidak semestinya dianggap sepele. Apabila kondisi tersebut benar terjadi seperti yang disampaikan pihak sekolah, pemeriksaan teknis terhadap kekuatan konstruksi perlu segera dilakukan guna memastikan tingkat risiko dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan tidak hanya menerima laporan, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi bangunan, mengidentifikasi tingkat kerusakan, serta menetapkan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Langkah cepat diperlukan agar proses belajar mengajar tidak terus dibayangi kekhawatiran, sekaligus mencegah kemungkinan jatuhnya korban akibat kerusakan bangunan yang tidak segera ditangani.

Apalagi, sekolah merupakan tempat para siswa menimba ilmu dan membangun masa depan. Mereka berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, bukan harus mengikuti pelajaran di bawah atap yang kondisi konstruksinya dikhawatirkan membahayakan.

Keselamatan Siswa Harus Menjadi Prioritas

Permohonan rehabilitasi yang disampaikan pihak SMPN 3 Gandapura semestinya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen. Persoalan ini membutuhkan tindak lanjut nyata, terutama jika hasil pemeriksaan teknis nantinya menunjukkan adanya risiko terhadap keselamatan penghuni bangunan.

Sambil menunggu perbaikan permanen, pihak berwenang juga perlu memastikan area yang dinilai berbahaya tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sampai dinyatakan aman.

Publik tentu berharap persoalan ini tidak berlarut-larut akibat lambannya penanganan. Sebab, tindakan pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu kerusakan semakin parah atau terjadinya insiden yang dapat mengancam keselamatan siswa dan guru.

Kini, perhatian tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: seberapa cepat kondisi bangunan tersebut akan diperiksa dan ditangani sebelum risiko yang dikhawatirkan benar-benar terjadi?

Keselamatan siswa tidak boleh menjadi urusan nomor dua. Pemeriksaan dan penanganan segera merupakan langkah penting agar sekolah kembali menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi generasi penerus bangsa.(MS)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
  • Atap SMPN 3 Gandapura Terancam Roboh, Kayu Penyangga Lapuk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan