SWIPE UP TO READ

Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka

THE ATJEH NET - Penantian panjang masyarakat dan pengguna jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan akhirnya berakhir. Jembatan baru Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, resmi dibuka untuk lalu lintas, Ahad (20/9/2026). 

Hampir setahun akses permanen di kawasan tersebut terganggu akibat kerusakan jembatan lama diterjang banjir besar pada akhir November 2025.

Pembukaan jembatan baru sepanjang sekitar 149 meter itu sekaligus menandai berakhirnya ketergantungan pengguna jalan terhadap jembatan Bailey yang selama ini menjadi penopang akses sementara dengan sistem pengaturan lalu lintas buka-tutup.

Bagi masyarakat, ruas tersebut bukan sekadar bagian dari jalan nasional. Jalur Banda Aceh-Medan merupakan koridor utama pergerakan orang dan barang di Aceh. Gangguan pada jembatan Krueng Tingkeum selama berbulan-bulan turut memengaruhi kelancaran perjalanan kendaraan pribadi, angkutan umum maupun distribusi logistik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh, Isnanda, sebelumnya mengatakan progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 99 persen. Sejumlah pekerjaan akhir yang tersisa meliputi finishing pengecatan, pembuatan marka jalan dan pemasangan ornamen pada bagian jembatan.

Sebelum dinyatakan siap digunakan, jembatan baru tersebut menjalani serangkaian pemeriksaan teknis, termasuk uji beban atau load test. Pengujian juga dilakukan pada malam hari sebagai bagian dari tahapan pemeriksaan sebelum jembatan dibuka bagi kendaraan umum.

Target pengoperasian pada 20 September 2026 kemudian terealisasi. Arus kendaraan kini dapat kembali menggunakan jembatan permanen tanpa harus bergantung pada jalur darurat yang selama ini diberlakukan pascabencana.

Prosesi pembukaan berlangsung di kawasan Jembatan Krueng Tingkeum dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen.

Hadir antara lain Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T., Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf. Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., serta Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K.

Prosesi tersebut turut ditandai dengan peusijuek oleh tokoh ulama setempat sebelum jembatan digunakan secara penuh oleh masyarakat.

Pantauan wartawan TheAtjehNet di lokasi, pembukaan jembatan mendapat perhatian besar dari masyarakat dan pengguna jalan. Sejumlah warga terlihat menunggu momen ketika kendaraan mulai melintasi jembatan baru tersebut.

Selama hampir satu tahun, masyarakat yang melintas di kawasan itu harus menghadapi kondisi akses yang berbeda dari sebelumnya. Setelah jembatan lama mengalami kerusakan akibat banjir besar akhir November 2025 lalu, jembatan Bailey digunakan sebagai penghubung sementara.

Kondisi tersebut membuat perjalanan di salah satu jalur nasional terpenting di Aceh harus menyesuaikan dengan pengaturan lalu lintas dan kondisi akses darurat.

Kini, dengan beroperasinya jembatan baru, pola tersebut berakhir. Kendaraan dari arah Banda Aceh maupun Medan kembali memiliki akses permanen untuk melintasi Krueng Tingkeum.

Pengoperasian jembatan ini juga menjadi bagian dari pemulihan konektivitas jalur nasional pascabencana. Kelancaran akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, angkutan penumpang, distribusi kebutuhan pokok dan pergerakan barang antardaerah di sepanjang lintasan Banda Aceh-Medan.

Namun, beroperasinya jembatan baru belum berarti seluruh pekerjaan di kawasan tersebut selesai. Penanganan terhadap jembatan lama masih akan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pekerjaan berikutnya.

Sementara jembatan Bailey yang selama ini menjadi akses sementara juga direncanakan untuk dibongkar setelah fungsi jembatan permanen berjalan.
Bagi Bireuen dan masyarakat Aceh, Minggu, 20 September 2026, menjadi salah satu penanda penting dalam proses pemulihan infrastruktur pascabencana akhir November 2025.

Hampir setahun setelah banjir merusak jembatan lama, akses permanen di Krueng Tingkeum akhirnya kembali dibuka.

“Selat Hormuz” yang selama berbulan-bulan menjadi istilah sindiran masyarakat akibat tersendatnya arus kendaraan di titik tersebut, kini tinggal nama. Jembatan baru Krueng Tingkeum kembali menjadi jalur permanen yang menghubungkan pergerakan Banda Aceh-Medan.(MS)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka
  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka
  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka
  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka
  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka
  • Selat Hormuz Tinggal Nama, Jembatan Baru Krueng Tingkeum Dibuka