Pasien Jantung Aceh Timur Tak Lagi Harus ke Luar Daerah, RSUD Zubir Mahmud Kejar Layanan Kateterisasi
RSUD dr Zubir Mahmud menargetkan layanan kateter jantung beroperasi 2026 setelah mendapat hibah alat kesehatan Rp32,7 miliar
![]() |
| Gambar ilustrasi diolah dengan AI Chat gpt |
THE ATJEH NET — Pasien jantung di Aceh Timur ditargetkan bisa menjalani tindakan kateterisasi di daerah sendiri mulai tahun ini. RSUD dr Zubir Mahmud Idi tengah menyiapkan fasilitas tersebut untuk mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Direktur RSUD dr Zubir Mahmud, Edy Gunawan, mengatakan layanan jantung itu dikembangkan melalui dukungan Kementerian Kesehatan dalam program KJSU-KIA. Program tersebut mencakup layanan kanker, jantung, stroke, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
“Target tahun ini bisa operasional. Jadi pasien yang membutuhkan kateter jantung tidak perlu lagi ke rumah sakit luar,” kata Edy di Aceh Timur, Sabtu.
RSUD dr Zubir Mahmud memperoleh hibah alat kesehatan senilai Rp32,7 miliar untuk mendukung program tersebut. Bantuan diberikan secara bertahap pada 2026-2027 sebagai bagian dari pemulihan pelayanan kesehatan setelah bencana.
Menurut Edy, keberadaan layanan kateterisasi di Aceh Timur dapat mengurangi beban pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah. Selain jarak tempuh, rujukan juga berdampak pada biaya transportasi dan kebutuhan keluarga yang mendampingi pasien.
“Di wilayah sendiri sudah ada, sehingga pasien tidak perlu lagi ke luar daerah. Ini tentu bisa menghemat biaya dan waktu bagi masyarakat,” ujarnya.
Kemoterapi Juga Disiapkan
RSUD dr Zubir Mahmud tidak hanya mengembangkan layanan jantung. Rumah sakit juga menyiapkan layanan kanker, terutama kemoterapi.
Edy mengatakan layanan tersebut ditargetkan dikembangkan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan sarana, prasarana, peralatan, dan sumber daya manusia.
“Kami juga akan menyiapkan kemoterapi. Jadi pasien kanker tidak perlu lagi ke Lhokseumawe, Medan atau Banda Aceh. Kalau pelayanan sudah tersedia di wilayah sendiri, tentu lebih menghemat,” katanya.
Pengembangan layanan jantung dan kanker diarahkan untuk memperkuat posisi RSUD dr Zubir Mahmud sebagai rumah sakit rujukan di Aceh Timur. Namun, operasional layanan tetap bergantung pada kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan.
Hibah Alat Kesehatan Rp32,7 Miliar
Dukungan Kementerian Kesehatan untuk pemulihan fasilitas kesehatan di Aceh Timur mencapai sekitar Rp46,7 miliar dan diberikan kepada dua rumah sakit umum daerah.
RSUD dr Zubir Mahmud memperoleh sekitar Rp32,7 miliar berupa alat kesehatan untuk program KJSU-KIA. Sementara RSUD Sultan Abdul Aziz Syah di Peureulak mendapat sekitar Rp14 miliar untuk pengadaan dan penggantian alat kesehatan yang rusak akibat banjir.
Edy menjelaskan dukungan tersebut diberikan dalam bentuk hibah peralatan, bukan uang tunai kepada rumah sakit. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan berupa dokter spesialis dan tenaga kesehatan.
“Semua kita menerima bukan dalam bentuk uang, tetapi hibah peralatan. Ada juga dukungan dokter spesialis dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Bantuan itu sekaligus digunakan untuk memulihkan dan memperkuat kembali pelayanan RSUD dr Zubir Mahmud setelah terdampak banjir.
Secara umum, kondisi rumah sakit setelah bencana disebut sudah tertangani. Kerusakan yang masih menjadi perhatian adalah pagar rumah sakit sepanjang sekitar 35 meter yang roboh akibat banjir.
Edy berharap dukungan penguatan layanan kesehatan tidak hanya datang ketika terjadi bencana, tetapi berlanjut sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan.
“Harapan saya, tanpa banjir pun program transformasi tetap berjalan,” ujarnya.
Jika layanan kateterisasi jantung dapat beroperasi sesuai target, pasien di Aceh Timur memiliki alternatif pelayanan yang lebih dekat. Rumah sakit juga akan melanjutkan pengembangan kemoterapi dan sejumlah poliklinik yang masih membutuhkan penguatan.
Target akhirnya adalah mengurangi ketergantungan terhadap rujukan keluar daerah untuk layanan medis yang dapat disiapkan di Aceh Timur.
Baca Juga:

