Irigasi Pirak Timu Aceh Utara Masuk Tahap Perencanaan, Kapan 1.600 Hektare Mulai Dialiri?
Setelah 15 tahun menunggu, pembangunan irigasi untuk lahan pertanian di Pirak Timu dan Paya Bakong baru memasuki tahap perencanaan
![]() |
| Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) di aula Kecamatan Pirak Timu guna membahas perencanaan pembangunan Daerah Irigasi (DI) Pirak Timu, Senin 31 Agustus 2026 |
THE ATJEH NET — Setelah sekitar 15 tahun dinantikan masyarakat, pembangunan Daerah Irigasi (DI) Pirak Timu, Aceh Utara, baru memasuki tahap perencanaan. Belum ada kepastian kapan sekitar 1.600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Pirak Timu dan Paya Bakong akan mulai mendapatkan pasokan air dari jaringan tersebut.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I mulai membahas rencana pembangunan irigasi melalui Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) di Aula Kecamatan Pirak Timu. Pertemuan itu menjadi bagian dari proses penyusunan perencanaan sebelum proyek masuk ke tahap konstruksi.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengatakan pemerintah daerah akan mengawal proses tersebut hingga pembangunan fisik dapat direalisasikan.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk terus mengawal dan memfokuskan tahapan perencanaan ini hingga nantinya memasuki pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan,” kata Ismail.
Rencana DI Pirak Timu mencakup areal pertanian sekitar 1.600 hektare di dua kecamatan. Infrastruktur ini diharapkan mendukung kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat yang selama ini belum ditunjang jaringan irigasi yang memadai.
### 15 Tahun Menunggu
Bagi masyarakat Pirak Timu dan Paya Bakong, rencana pembangunan tersebut bukan kebutuhan baru. Aspirasi mengenai jaringan irigasi telah diperjuangkan selama kurang lebih 15 tahun.
Camat Pirak Timu Julfar Abdar mengatakan masyarakat berharap proses yang kini masuk tahap perencanaan tidak kembali berhenti pada pembahasan.
“Pembangunan irigasi ini adalah penantian yang sangat lama bagi masyarakat, sekitar 15 tahun,” ujar Julfar.
Menurut dia, perencanaan pembangunan DI Pirak Timu diperkirakan dapat rampung pada akhir 2026. Setelah itu masih terdapat tahapan yang harus dilalui sebelum pembangunan fisik dapat dilaksanakan.
Karena itu, Muspika Pirak Timu meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan tidak terkendala ketika memasuki tahap berikutnya.
“Kami dari Muspika berharap dukungan penuh dari seluruh tokoh dan unsur masyarakat agar dalam pelaksanaannya nanti tidak ada hambatan di lapangan,” katanya.
### Belum Masuk Tahap Konstruksi
Pertemuan tersebut diikuti BWS Sumatra I bersama tim teknis dan konsultan pembangunan, Bappeda Aceh Utara, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, serta unsur Muspika Pirak Timu dan Paya Bakong.
Keterlibatan sejumlah instansi diperlukan untuk membahas aspek teknis dan kebutuhan pembangunan jaringan irigasi yang akan melayani lahan pertanian di kedua kecamatan.
Namun, hingga kini pembangunan fisik belum dimulai. Pemerintah masih berada pada tahap perencanaan yang ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Artinya, bagi petani yang telah menunggu selama 15 tahun, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah pembangunan DI Pirak Timu akan direncanakan, melainkan kapan pekerjaan fisiknya dimulai dan kapan air benar-benar mengalir ke lahan mereka.
Kepastian jadwal konstruksi akan menjadi tahap penting setelah proses perencanaan selesai. Sebab, tanpa berlanjut ke pekerjaan fisik, target mengairi 1.600 hektare lahan pertanian tersebut masih sebatas rencana.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan akan mengawal tahapan tersebut bersama instansi teknis agar pembangunan DI Pirak Timu dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Pirak Timu dan Paya Bakong.
Baca Juga:

