Dexlite Naik Rp4.050, Berapa Tambahan Biaya Isi 40 Liter di Aceh?
Harga Dexlite di Aceh naik menjadi Rp24.200 per liter. Mengisi 40 liter kini butuh Rp162.000 lebih banyak dibandingkan sebelumnya
![]() |
| Foto: Nozzle BBM Pertamax dan Pertamax Turbo di SPBU Pertamina. (Dok: PT Pertamina Patra Niaga) |
THE ATJEH NET — Harga Dexlite di Aceh naik Rp4.050 per liter mulai 1 September 2026. Dengan kenaikan itu, pengendara yang mengisi 40 liter kini harus membayar Rp968.000, dibandingkan Rp806.000 sebelum harga disesuaikan.
Artinya, biaya sekali mengisi 40 liter Dexlite bertambah Rp162.000.
Harga baru Dexlite di Aceh ditetapkan Rp24.200 per liter, naik dari Rp20.150 per liter. Kenaikan tersebut menjadi salah satu yang paling terasa dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina pada September 2026.
Perhitungannya sederhana:
Harga sebelumnya: 40 liter × Rp20.150 = Rp806.000
Harga baru: 40 liter × Rp24.200 = Rp968.000
Tambahan biaya: Rp162.000
Bagi pemilik kendaraan diesel yang rutin mengisi BBM dalam jumlah tersebut, kenaikan Rp4.050 per liter akan langsung terasa pada biaya operasional.
Pertamax di Aceh Tetap Rp16.300
Tidak semua BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga di Aceh. Pertamax tetap dijual Rp16.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.000 per liter dari sebelumnya Rp18.700. Pertamina Dex juga naik menjadi Rp25.750 per liter dari Rp21.650.
Berikut harga BBM nonsubsidi Pertamina di Aceh mulai 1 September 2026:
Aceh
Pertamax Rp 16.300 (tetap)
Pertamax Turbo Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 18.700
Dexlite Rp 24.200 dari sebelumnya Rp 20.150
Pertamina Dex Rp 25.750 dari sebelumnya Rp 21.650
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax Rp 16.300 dari sebelumnya Rp 14.950
Dexlite Rp 22.150 dari sebelumnya Rp 18.450
Kenaikan Pertamina Dex sedikit lebih tinggi dibandingkan Dexlite, yakni Rp4.100 per liter.
Jika dihitung untuk pengisian 40 liter, kenaikan Pertamina Dex berarti tambahan pengeluaran Rp164.000.
Bagaimana dengan Pertalite?
Harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi atau Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Dengan demikian, penyesuaian harga pada September 2026 terutama berdampak pada pengguna BBM nonsubsidi.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah.
Formula tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor lain termasuk daya beli masyarakat.
“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite,” kata Kitty dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Pertamina, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga secara nasional.
Dampaknya bagi Pengguna Kendaraan Diesel
Kenaikan Dexlite membuat pengeluaran pengisian BBM menjadi lebih besar. Jika sebelumnya 40 liter membutuhkan Rp806.000, mulai September jumlah yang sama memerlukan Rp968.000.
Jika kendaraan mengonsumsi 40 liter dalam satu pekan, tambahan biaya mencapai Rp162.000 per pekan. Dalam empat pekan, selisihnya secara hitungan sederhana mencapai Rp648.000.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan konsumsi 40 liter per pekan. Pengeluaran sebenarnya bergantung pada jarak tempuh, konsumsi bahan bakar kendaraan dan frekuensi pengisian.
Kenaikan harga ini membuat efisiensi konsumsi BBM menjadi semakin penting bagi pengguna kendaraan diesel di Aceh, terutama mereka yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas usaha dan perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:

