SWIPE UP TO READ

Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah

Pemerintah Aceh mulai menyalurkan bufferstock senilai Rp5,38 miliar ke tiga kabupaten sebagai bagian dari kesiapan logistik bencana 2026
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah melepas secara simbolis pendistribusian bantuan logistik bencana ke 23 Kabupaten/Kota di Aceh, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (1/9/2026).

THE ATJEH NET — Pemerintah Aceh mulai menyalurkan bufferstock penanggulangan bencana senilai Rp5,38 miliar ke tiga kabupaten. Stok logistik tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera dipenuhi ketika bencana terjadi.

Tiga kabupaten yang menerima distribusi awal adalah Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya. Masing-masing daerah mendapat satu truk bantuan berisi tenda serbaguna, pangan, sandang, perlengkapan anak (kid ware), family kits, bahan bangunan rumah (BBR), dan perlengkapan dapur.

Nilai bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Aceh Jaya menerima bantuan senilai Rp1.575.842.738, Aceh Barat Rp1.917.316.966, dan Nagan Raya Rp1.886.331.683.

Jika dijumlahkan, nilai bantuan yang didistribusikan kepada tiga kabupaten tersebut mencapai Rp5.379.491.387, atau sekitar Rp5,38 miliar.

Distribusi dilakukan pada Selasa, 1 September 2026. Pemerintah Aceh menyatakan bantuan itu bukan hanya diperuntukkan bagi tiga daerah tersebut. Bufferstock 2026 disiapkan untuk seluruh kabupaten dan kota di Aceh sebagai cadangan logistik ketika terjadi bencana.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan ketersediaan bufferstock penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat pada masa tanggap darurat.

“Langkah tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pemerintah Aceh untuk tidak hanya berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan daerah melalui ketersediaan logistik yang dapat segera dimobilisasi ke wilayah terdampak,” kata Fadhlullah.

Kebutuhan yang disiapkan mencakup pangan, sandang, tempat tinggal sementara hingga perlengkapan rumah tangga. Barang-barang tersebut menjadi kebutuhan mendesak ketika bencana mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

Dari sisi ekonomi, keberadaan stok sebelum bencana dapat menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemerintah ketika jalur transportasi maupun rantai pasok terganggu. Bantuan yang tersedia di daerah juga memungkinkan kebutuhan dasar korban dipenuhi tanpa harus menunggu seluruh pasokan didatangkan setelah bencana terjadi.

Namun, efektivitas bufferstock tidak hanya bergantung pada besarnya nilai bantuan. Pemerintah daerah perlu memastikan distribusi stok menjangkau wilayah rawan, kondisi barang tetap layak digunakan, serta mekanisme mobilisasinya berjalan cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Pemerintah Aceh menyatakan distribusi ke Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya merupakan bagian dari penyediaan bufferstock untuk seluruh kabupaten dan kota di Aceh pada 2026.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah
  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah
  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah
  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah
  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah
  • Bufferstock Rp5,38 Miliar Disalurkan, Pemerintah Aceh Siapkan Logistik Bencana untuk Seluruh Daerah