Pasokan Semen Aceh Defisit 12.500 Sak per Hari, SBA Tambah Pasokan dari Luar Daerah
Kebutuhan semen Aceh mencapai 105 ribu sak per hari, sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 92.500 sak.
![]() |
| Foto Pemerintah Aceh gelar rapat evaluasi kelangkaan semen yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, 3 Agustus 2026 |
BANDA ACEH — Pasokan semen di Aceh saat ini defisit sekitar 12.500 sak per hari. PT Solusi Bangun Andalas (SBA) akan menambah pasokan dari luar Aceh dan memperpanjang jam operasional terminal pengisian untuk menutup kekurangan tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan kebutuhan semen di Aceh meningkat seiring bertambahnya aktivitas pembangunan, terutama rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi.
“Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa, 4 Agustus 2026.
Berdasarkan proyeksi PT SBA, kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton atau 105 ribu sak per hari. Adapun pasokan yang mampu dipenuhi perusahaan sekitar 3.700 ton atau 92.500 sak per hari.
Kondisi itu menimbulkan kekurangan sekitar 500 ton atau 12.500 sak per hari.
Dalam rapat evaluasi kelangkaan semen yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, 3 Agustus 2026, General Manager PT SBA R Adi Santosa mengatakan kapasitas produksi semen curah perusahaan di Aceh mencapai 5.400 ton per hari. Namun, produksi dan distribusi yang berjalan saat ini baru mampu memenuhi sekitar 3.700 ton per hari.
Pasokan tersebut berasal dari sejumlah terminal, yakni Terminal SBA Lhoknga sebesar 1.400 ton per hari, Terminal Malahayati 400 ton, Terminal Krueng Geukuh I 900 ton, Terminal Krueng Geukuh II 500 ton, dan Terminal Belawan 500 ton.
Pemerintah Aceh menilai peningkatan kebutuhan tersebut turut mempengaruhi ketersediaan semen dan harga di sejumlah wilayah. Karena itu, pemerintah meminta distribusi diperbaiki agar kekurangan pasokan tidak berlanjut dan harga di tingkat pengecer tetap terkendali.
Untuk menutup defisit, PT SBA akan menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari.
Perusahaan juga mendatangkan tambahan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman. Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah.
Pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap selama Agustus. SBA juga berencana menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutup kekurangan kebutuhan di pasar.
Nurlis mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama perusahaan dan pemangku kepentingan untuk mengatasi gangguan pasokan semen.
“Sebagai koordinator tim, Sekda mengarahkan tim agar secepatnya menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat itu,” ujar Nurlis.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun mengarahkan tim pemerintah daerah yang dikoordinasikan Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra untuk mencari solusi atas persoalan pasokan semen.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Aceh juga menyiapkan pemetaan kebutuhan dan harga semen di setiap kabupaten dan kota. Data itu akan digunakan untuk memantau ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga di tingkat pengecer.
Pemerintah Aceh meminta distributor menjaga ketersediaan semen dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Evaluasi bersama PT SBA dan pemangku kepentingan lain akan dilakukan untuk memastikan tambahan pasokan dapat segera tersalurkan.
Ketersediaan semen menjadi penting karena kebutuhan material konstruksi meningkat, terutama untuk pembangunan kembali infrastruktur dan rumah masyarakat yang terdampak bencana di Aceh.
Baca Juga:
