SWIPE UP TO READ

Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan

Dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman, Muzakir Manaf menekankan persaudaraan sebagai kekuatan Aceh

THE ATJEH NET
— Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam membangun Aceh. Menurut dia, kekuatan masyarakat tidak lahir dari mempertajam perbedaan, tetapi dari memperkuat persaudaraan.

Pesan itu disampaikan Muzakir dalam sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Taufik pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin malam, 24 Agustus 2026.

Muzakir mengatakan Rasulullah SAW telah memberi teladan dalam membangun masyarakat yang kuat melalui persaudaraan. Karena itu, nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi Aceh saat ini.

Pembangunan Aceh, kata dia, perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam. Kemajuan harus dibangun dengan kejujuran dan keadilan, sedangkan kekuatan Aceh harus bertumpu pada persatuan.

"Islam yang menjadi rahmat, akhlak yang menjadi teladan, dan persatuan yang menjadi kekuatan," ujar Taufik saat membacakan sambutan Gubernur Aceh.

### Maulid Tidak Berhenti pada Seremoni

Muzakir mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak cukup dimaknai sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Nilai yang lebih penting adalah meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin melalui kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, amanah, serta penghormatan kepada sesama.

Tema Maulid tahun ini, *Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat Aceh yang Islami, Berakhlak Mulia dan Bersatu*, disebut sejalan dengan kebutuhan tersebut.

Pemerintah Aceh, kata Muzakir, berkomitmen membangun masyarakat yang Islami dan berakhlak sekaligus menghadirkan pemerintahan yang amanah dan melayani.

Ia menyebut upaya itu membutuhkan keterlibatan ulama, pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, dan seluruh masyarakat Aceh.

Karena itu, peringatan Maulid diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperbaiki akhlak, memperkuat ukhuwah, dan menjaga persatuan.

### Peringatan di Masjid Raya Baiturrahman

Peringatan Maulid Nabi dimulai sekitar pukul 20.15 WIB setelah salat Isya berjamaah. Acara tersebut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan, Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, serta unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh.

Peringatan diisi sambutan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh Abu Paya Pasie, kemudian ceramah agama dan doa yang disampaikan Tgk. Misran Fuadi.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan
  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan
  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan
  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan
  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan
  • Muzakir Manaf Ingatkan Persatuan Aceh: Kekuatan Tidak Lahir dari Mempertajam Perbedaan