Jembatan Patah di Aceh Timur Ditambal Batang Kelapa, Warga Minta Perbaikan Permanen
Warga Desa Kuala, Simpang Ulim, memperbaiki badan jembatan yang patah secara swadaya agar akses transportasi tetap bisa digunakan.
ACEH TIMUR — Warga Desa Kuala, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, memperbaiki secara darurat jembatan yang badan jalannya patah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Batang pohon kelapa digunakan untuk menopang bagian jembatan yang rusak agar akses warga tetap terbuka.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Batang kelapa dilentangkan pada bagian jembatan yang patah, kemudian ditimbun dengan material tanah.
Ketua Forum Keuchik Kecamatan Simpang Ulim, Idris, mengatakan perbaikan tersebut dilakukan karena jembatan menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat. Warga memilih melakukan penanganan sementara untuk mengurangi risiko kerusakan dan menjaga akses transportasi.
"Ini merupakan swadaya masyarakat bersama pemerintah desa. Karena jembatan ini sangat penting bagi aktivitas warga, maka kami berinisiatif melakukan penanganan sementara agar masih bisa dilalui," kata Idris.
Menurut Idris, penanganan tersebut belum menyelesaikan persoalan jembatan. Struktur yang rusak membutuhkan perbaikan permanen agar kembali aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Karena itu, warga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memeriksa kondisi jembatan dan melakukan perbaikan.
"Kami berharap ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk segera memperbaiki jembatan ini secara permanen, karena kondisi saat ini hanya penanganan sementara," ujarnya.
Warga berharap perbaikan permanen segera dilakukan mengingat jembatan tersebut menjadi bagian dari akses transportasi masyarakat di Desa Kuala dan sekitarnya.
Baca Juga:
