Jejak Digital Saepul Disorot, Polisi Dalami Hubungannya dengan Korban Mutilasi Depok
Unggahan media sosial Saepul sebelum kasus terungkap menjadi bagian dari informasi yang didalami polisi untuk mengurai hubungan dengan korban.
DEPOK — Polisi masih mendalami hubungan Saepul, tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, dengan korban. Salah satu informasi yang ikut menjadi perhatian adalah jejak aktivitas Saepul di media sosial sebelum jasad korban ditemukan.
Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan Saepul pernah mencari pasangan atau teman pria untuk tinggal bersamanya. Salah satunya dibuat melalui akun bernama Matoris V Rifky pada 30 Juli 2026.
Dalam unggahan itu, Saepul menuliskan dirinya mencari pria yang bersedia tinggal bersamanya dan menyebut berada di wilayah Citayam.
“Info Bf atuh yang mau tinggal bareng. Sorry rantauan, 26th stay Citayem,” tulis Saepul dalam unggahan tersebut.
Unggahan lain menunjukkan Saepul pernah menulis tentang pencarian sosok yang disebutnya sebagai “bapak angkat”.
“Salam kenal semuanya, nyari bapak angkat hahaha canda canda. salam kenal,” tulisnya.
Jejak serupa juga ditemukan dalam unggahan Saepul pada 2017. Saat itu, dia menulis tidak memiliki pacar dan berharap menemukan pasangan yang jujur serta setia.
“Enggak punya bf. Ada yang bisa mengisi hati ini, yang penting jujur dan setia,” tulisnya.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu ditempatkan dalam konteks penyelidikan. Polisi masih harus memastikan apakah terdapat kaitan antara komunikasi dan relasi Saepul di media sosial dengan korban sebelum pembunuhan terjadi.
Tetangga kontrakan Saepul, Suryadi, mengatakan tersangka sempat berpamitan hendak pindah ke Banten. Saat itu, Saepul disebut datang bersama seorang pria yang kemudian lebih dulu pulang.
“Kemarin pamit mau pindah ke Banten sendiri. Saya tanya temannya mana? Dia jawab sudah pulang ke Bogor. Dia datang ke sini berdua,” kata Suryadi.
Informasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan hubungan Saepul dengan korban maupun motif pembunuhan. Unggahan media sosial juga tidak dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan tertentu antara tersangka dan korban.
Polisi masih mendalami komunikasi, pertemuan, serta latar belakang hubungan keduanya sebelum pembunuhan dan mutilasi terjadi. Pendalaman tersebut penting untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban.
Hingga kini, motif pembunuhan belum disampaikan secara resmi oleh penyidik. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengungkap hubungan antara tersangka dan korban serta alasan di balik pembunuhan tersebut.
Baca Juga:
