Jalan Peureulak–Lokop Terancam Putus, Akses Tujuh Desa di Aceh Timur Bisa Terisolasi
Gerusan sungai terus mengikis badan jalan di Desa Nalon. Warga meminta penanganan permanen sebelum akses ke tujuh desa terputus.
ACEH TIMUR — Ruas Jalan Peureulak–Lokop Km 77 di Desa Nalon, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terancam putus akibat gerusan arus sungai yang terus mengikis badan jalan. Jika kerusakan berlanjut, akses menuju sedikitnya tujuh desa di wilayah pedalaman itu berpotensi terganggu.
Tujuh desa yang bergantung pada ruas tersebut yakni Nalon, Lokop, Tualang, Ujung Karang, Lelis, Sunti, dan Umah Taring. Jalan itu menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan pemerintahan masyarakat.
Tokoh masyarakat Lokop Serbajadi, Keuchik Eje, mengatakan kondisi badan jalan kembali mengkhawatirkan meski sebelumnya telah dilakukan penanganan darurat.
Menurut dia, pemerintah sebelumnya memasang gorong-gorong baja atau Aramco setelah box culvert di lokasi tersebut ambruk akibat pergeseran aliran sungai. Namun, arus air kembali menggerus bagian badan jalan.
"Air terus menggerus badan jalan. Yang kami khawatirkan bukan hanya jalan putus, tetapi juga permukiman warga di Desa Nalon ikut terancam," kata Eje, Selasa, 4 Agustus 2026.
Eje meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Sumber Daya Air dan Dinas PUPR segera melakukan penanganan permanen. Menurut dia, perbaikan tidak cukup hanya memperkuat badan jalan, tetapi juga perlu mengendalikan aliran sungai yang menjadi sumber gerusan.
Ia mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditangani karena ruas Peureulak–Lokop merupakan akses utama masyarakat di wilayah Serbajadi. Terputusnya jalan dapat menghambat mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah melakukan pengamanan aliran sungai sekaligus memperkuat konstruksi jalan sebelum kerusakan semakin parah dan akses tujuh desa benar-benar terputus.
Baca Juga:
