SWIPE UP TO READ

Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu

Kerusakan dermaga dan terminal ditemukan di sejumlah pelabuhan. Kemenhub memperketat pemeriksaan untuk memastikan keselamatan pelayaran.
Tim SAR melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (REUTERS/Stringer)

THE ATJEH NET - Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, merusak sejumlah fasilitas pelabuhan dan mengancam kelancaran konektivitas laut di Flores. Kementerian Perhubungan memperketat pemeriksaan fasilitas pelabuhan di wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan setidaknya selama 24–48 jam setelah gempa.

"Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam," kata Masyhud dalam keterangan resmi, Minggu, 16 Agustus 2026.

Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, serta akses menuju pelabuhan.

Kemenhub menyatakan fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural tidak akan dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis.

Dermaga dan Terminal Roboh

Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup parah berada di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh akibat guncangan.

Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang tengah bersandar di dermaga. Kemenhub menyatakan pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, dan area pelabuhan telah dilakukan.

Kerusakan juga ditemukan di kawasan Pelabuhan Labuan Bajo. Di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, tembok kantor dan terminal penumpang serta bagian dermaga mengalami keretakan.

Sementara di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, keretakan ditemukan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Aktivitas pelayaran di kawasan Labuan Bajo sempat terdampak setelah gempa dan peringatan dini tsunami dikeluarkan. Setelah BMKG mengakhiri peringatan tersebut, layanan pelayaran kembali dibuka setelah fasilitas dinilai aman.

Pelabuhan Marapokot Mengalami Penurunan

Dampak gempa juga ditemukan di Pelabuhan Marapokot. Penurunan elevasi terjadi terutama pada bagian causeway dan dermaga eksisting. Pagar pembatas pelabuhan turut mengalami keruntuhan.

Kerusakan ringan hingga sedang juga dilaporkan di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Adapun Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam kondisi aman.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan fasilitas pelabuhan menjadi penting karena kerusakan pada dermaga maupun akses pelabuhan dapat mengganggu mobilitas penumpang dan distribusi barang antardaerah.

Masyhud mengatakan pemeriksaan akan menjadi dasar pemerintah menentukan langkah penanganan dan pengamanan fasilitas transportasi laut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Kemenhub memastikan pemantauan terhadap fasilitas transportasi laut di wilayah terdampak terus dilakukan. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa sekaligus mempertahankan konektivitas dan pelayanan transportasi laut di NTT.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu
  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu
  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu
  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu
  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu
  • Gempa NTT Rusak Pelabuhan, Konektivitas Laut Flores Terancam Terganggu