Ekspor Aceh Tembus US$85 Juta, Seperempat Masih Dikirim Lewat Pelabuhan Luar Aceh
Nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 naik 61,31 persen, tetapi 24,61 persen komoditas masih dikirim melalui pelabuhan di luar Aceh.
![]() |
| Gambar ilustrasi aktivitas ekspor impor |
BANDA ACEH — Nilai ekspor Aceh mencapai US$85,31 juta pada Juni 2026, naik 61,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, sekitar seperempat komoditas ekspor Aceh masih dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Aceh pada Juni mencapai US$64,31 juta atau 75,39 persen dari total ekspor. Adapun US$20,87 juta atau sekitar 24,61 persen dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain, terutama Sumatera Utara.
Kepala BPS Aceh Agus Andria mengatakan kenaikan ekspor tersebut turut mendorong neraca perdagangan luar negeri Aceh mencatat surplus US$59,27 juta. Nilai impor pada periode yang sama mencapai US$26,04 juta.
"Nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 mencapai 85,31 juta USD, sedangkan nilai impor sebesar USD26,04 juta. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami surplus sebesar 59,27 juta USD," kata Agus saat menyampaikan Berita Resmi Statistik Aceh, Senin, 3 Agustus 2026.
Dibandingkan Juni 2025, nilai ekspor Aceh juga meningkat 75,12 persen. Kinerja tersebut masih ditopang sejumlah komoditas utama, terutama batubara yang menyumbang US$52,10 juta atau 61,08 persen dari total ekspor.
Komoditas lain yang menopang ekspor Aceh adalah kopi dan rempah-rempah serta lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk minyak sawit.
India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh pada Juni 2026 dengan nilai US$47,83 juta atau 56,07 persen dari total ekspor. Komoditas yang dikirim ke negara itu antara lain batubara, CPO, dan produk kimia.
Tiongkok berada di urutan berikutnya dengan nilai ekspor US$14,29 juta, disusul Amerika Serikat sebesar US$12,33 juta. Ekspor ke Amerika Serikat terutama berasal dari komoditas kopi dan rempah-rempah.
Meski nilai ekspor meningkat, data BPS menunjukkan masih ada persoalan pada jalur logistik ekspor Aceh. Nilai komoditas yang dikirim melalui pelabuhan di luar Aceh mencapai US$20,87 juta pada Juni.
Pengiriman melalui pelabuhan luar daerah membuat sebagian aktivitas ekspor komoditas asal Aceh bergantung pada infrastruktur logistik di provinsi lain. BPS mencatat Sumatera Utara menjadi jalur terbesar untuk ekspor yang tidak dikirim melalui pelabuhan di Aceh.
Sementara itu, impor Aceh pada Juni 2026 didominasi gas propana dan butana dengan nilai US$21,63 juta atau 83,06 persen dari total impor.
Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar. Jepang berada di posisi berikutnya dengan nilai impor bahan kimia anorganik sebesar US$4,02 juta, sedangkan impor dari India mencapai US$0,39 juta dan didominasi garam, belerang, serta kapur.
Kenaikan ekspor hingga US$85,31 juta menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Aceh tumbuh kuat pada Juni. Namun, besarnya porsi ekspor yang masih melewati pelabuhan luar daerah menunjukkan peningkatan nilai perdagangan belum sepenuhnya diikuti oleh optimalisasi jalur logistik dari pelabuhan di Aceh.
Baca Juga:
