Dua Produsen AMDK Aceh Kantongi SNI, Disperindag Bidik Daya Saing Produk Lokal
![]() |
| Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma kepada dua pelaku usaha, Senin (3/8/2026) |
BANDA ACEH - Dua produsen air minum dalam kemasan (AMDK) di Aceh memperoleh Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sertifikasi ini diharapkan membuka peluang produk lokal bersaing lebih luas di pasar.
Kedua pelaku usaha tersebut adalah BUM Desa Bina Bersama Kabupaten Pidie dan CV Zulkarnain Abdul Wahid dari Kabupaten Bireuen. Sertifikat diserahkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, Senin, 3 Agustus 2026.
Adi Darma mengatakan penerapan SNI bukan sekadar pemenuhan standar mutu, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.
“Produk yang telah memenuhi SNI memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di mata konsumen dan berpeluang memperluas pangsa pasar,” kata Adi Darma.
Menurut dia, kebutuhan terhadap AMDK terus berkembang seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk air minum yang aman dan memenuhi standar mutu. Karena itu, produsen dituntut menjaga kualitas produk secara konsisten.
Disperindag Aceh, kata Adi Darma, memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang ingin memenuhi persyaratan sertifikasi. Pemerintah berharap fasilitasi tersebut mendorong lebih banyak industri lokal meningkatkan standar produksinya.
“Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri yang berdaya saing, berorientasi pada mutu, dan mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.
BUM Desa Bina Bersama dan CV Zulkarnain Abdul Wahid diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lain di Aceh untuk meningkatkan standar produknya.
Bagi pemerintah daerah, semakin banyak produk lokal yang memenuhi SNI dapat memperkuat posisi industri Aceh di pasar sekaligus memberikan jaminan mutu yang lebih baik bagi konsumen.
Disperindag Aceh selanjutnya mendorong pelaku industri lain mengikuti proses sertifikasi sesuai jenis dan karakteristik produknya agar kualitas produk lokal semakin terukur dan kompetitif.
