DKP Aceh Salurkan 11,1 Ton Ikan Beku ke Peukan Bada, Sasar Anak Terindikasi Stunting
DKP Aceh mendistribusikan ikan cakalang dan jenis ikan lainnya ke seluruh gampong di Peukan Bada untuk mendukung pemenuhan gizi.
![]() |
| Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh menyerahkan bantuan 11,1 ton ikan segar beku kepada Pemerintah Kecamatan Peukan Bada di UDKP Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (3/8/2026). |
ACEH BESAR — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh menyalurkan 11,1 ton ikan segar beku ke seluruh gampong di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Bantuan itu diarahkan terutama kepada keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, serta anak yang terindikasi stunting.
Ikan bantuan terdiri atas cakalang dan sejumlah jenis ikan lainnya. Distribusinya dilakukan melalui pemerintah kecamatan dan aparatur gampong agar menjangkau masyarakat sasaran.
Kepala DKP Aceh Safrizal mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber protein hewani sekaligus mendukung penanganan masalah gizi.
“Karena itu, sasaran utama bantuan ini adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan gizi lebih baik, terutama anak-anak yang terindikasi stunting,” kata Safrizal saat penyaluran bantuan di Unit Pelaksana Dinas Kelautan dan Perikanan Peukan Bada, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Safrizal, ikan mengandung protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsumsi ikan juga menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas asupan pangan keluarga.
DKP Aceh berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Peukan Bada untuk membagi bantuan ke seluruh gampong. Pemerintah kecamatan kemudian mengatur distribusi melalui aparatur desa.
Camat Peukan Bada Salamuddin ZM mengatakan pemerintah kecamatan akan memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang menjadi sasaran.
“Kami akan memastikan pendistribusiannya berjalan dengan baik melalui aparatur gampong sehingga benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran,” ujar Salamuddin.
Ia mengatakan bantuan tersebut terutama dibutuhkan keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang membutuhkan tambahan asupan gizi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Namun, penyaluran bantuan pangan tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan stunting karena penanganannya juga berkaitan dengan kondisi kesehatan, sanitasi, pola asuh, serta kecukupan gizi secara keseluruhan.
Salamuddin berharap distribusi ikan untuk masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada satu kali penyaluran.
Baca Juga:
