Beras hingga Semen Picu Inflasi Aceh, Banda Aceh Justru Deflasi 0,03 Persen
Inflasi Aceh pada Juli 2026 mencapai 0,24 persen secara bulanan, dengan beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen sebagai pemicu.
![]() |
| Gambar Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik Provinsi Aceh |
BANDA ACEH – Harga beras hingga semen ikut mendorong inflasi Aceh sebesar 0,24 persen pada Juli 2026. Di tengah kenaikan harga itu, Kota Banda Aceh justru mencatat deflasi 0,03 persen secara bulanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 115,59 pada Juni menjadi 115,87 pada Juli 2026. Secara tahunan, inflasi Aceh mencapai 5,38 persen.
Kepala BPS Aceh Agus Andria mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Juli. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,20 persen secara bulanan dengan andil 0,07 persen terhadap inflasi Aceh.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Juli 2026," kata Agus saat menyampaikan Berita Resmi Statistik Provinsi Aceh, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain kelompok pangan, sejumlah komoditas lain turut mendorong kenaikan harga. BPS mencatat beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen sebagai komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan.
Sebaliknya, beberapa komoditas menahan laju kenaikan harga. Di antaranya bawang merah, emas perhiasan, ikan tongkol, telur ayam ras, dan ikan bandeng.
Secara tahunan, tekanan harga di Aceh lebih tinggi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 6,49 persen dan memberikan andil 2,44 persen terhadap inflasi tahunan.
Kenaikan harga nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, dan bensin menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. Sementara bawang merah, baju muslim wanita, tarif air minum PAM, telur ayam ras, dan ikan biji nangka memberikan tekanan penahan.
Pergerakan harga tidak seragam di lima daerah yang menjadi lokasi penghitungan inflasi Aceh. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,91 persen. Adapun Meulaboh mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 3,50 persen.
Secara bulanan, Kabupaten Aceh Tamiang mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,71 persen. Inflasi juga terjadi di Aceh Tengah, Meulaboh, dan Lhokseumawe.
Kota Banda Aceh menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi secara bulanan pada Juli 2026, meski penurunannya tipis, yakni 0,03 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan tekanan harga di Aceh tidak bergerak seragam antarwilayah. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di tingkat provinsi masih diimbangi oleh penurunan harga komoditas lain di beberapa daerah.
Baca Juga:
