Aceh Jaya Dapat Program Cetak 1.000 Hektare Sawah Baru, Anggarannya Rp35 Miliar
Program sawah baru tersebar di sejumlah kecamatan. Pemerintah berharap lahan tersebut segera produktif dan siap ditanami petani.
![]() |
| Pemerintah saat melakukan Monev pelaksanaan cetak sawah baru, di Aceh Jaya, Jumat (7/8/2026). |
ACEH JAYA — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mendapat alokasi program cetak sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare pada 2026. Program yang dibiayai APBN itu memiliki pagu awal sekitar Rp35 miliar dan tersebar di sejumlah kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan lahan yang diusulkan seluruhnya merupakan milik petani dengan status kepemilikan yang jelas. Sebagian lokasi juga beririsan dengan kawasan persawahan yang telah ada.
“Cetak sawah baru ini merupakan hasil usulan kita ke Kementerian Pertanian. Usulan kita lebih dari 1.000 hektare,” kata Dailami di Aceh Jaya, Jumat.
Sejumlah lokasi telah mulai dikerjakan. Di Kecamatan Indra Jaya terdapat 318 hektare, Kecamatan Jaya 145 hektare dan 221 hektare, Pasie Raya 48,7 hektare, Sampoiniet 130 hektare, serta Kecamatan Setia Bakti dan Panga seluas 143 hektare.
Jika menggunakan pagu awal Rp35 juta per hektare, pencetakan 1.000 hektare sawah tersebut setara dengan anggaran sekitar Rp35 miliar.
Menurut Dailami, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya tidak menjadi pelaksana teknis proyek. Perencanaan program dilakukan Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, sedangkan dokumen lingkungan disusun tim Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Pelaksanaan proyek berada di bawah Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Medan, termasuk proses kontrak dan tender. Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berstatus sebagai penerima manfaat.
Dailami berharap desain pencetakan sawah kali ini lebih baik, terutama pada lokasi yang memiliki sumber air, pematang, dan saluran irigasi. Infrastruktur tersebut dinilai penting agar lahan baru tidak hanya tercatat sebagai tambahan luas sawah, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk produksi.
“Semua ini dikerjakan oleh pihak pelaksana sendiri, mulai dari usulan awal, pengolahan lahan sampai petani siap tanam,” ujarnya.
Program tersebut juga diarahkan agar lahan yang dicetak dapat langsung dimanfaatkan petani. Dengan demikian, hasil program tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi berlanjut hingga tahap kesiapan tanam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap pencetakan sawah baru dapat menambah luas areal pertanian sekaligus memperkuat produksi pangan daerah.
Editor Syaiful Anshori
Baca Juga:
