SWIPE UP TO READ

RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

Layanan hemodialisis telah beroperasi sejak April 2026 dengan 10 mesin dan melayani pasien gagal ginjal kronik di Nagan Raya.
Gambar ilustrasi layanan cuci darah

NAGAN RAYA – Pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Nagan Raya kini tidak lagi harus bepergian ke luar daerah untuk menjalani terapi cuci darah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda telah mengoperasikan layanan hemodialisis sejak April 2026.

Hingga Juli 2026, Unit Hemodialisis RSUD Sultan Iskandar Muda telah melakukan sekitar 210 tindakan cuci darah dan melayani 10 pasien reguler yang menjalani terapi dua kali setiap pekan.

Layanan tersebut berada di bawah pembinaan dokter spesialis penyakit dalam Edi Hidayat dengan dokter pelaksana Suhardan yang telah mengikuti pelatihan hemodialisis. Pelayanan juga didukung enam perawat, tiga di antaranya telah mengantongi sertifikat pelatihan hemodialisis.

Suhardan mengatakan unit tersebut memiliki 10 mesin hemodialisis. Sebanyak delapan mesin digunakan untuk pelayanan rutin, satu mesin disiapkan sebagai cadangan, dan satu mesin ditempatkan di ruang isolasi untuk pasien dengan penyakit infeksi tertentu.

"Selain delapan mesin operasional, kami menyiapkan satu mesin cadangan untuk menjamin kontinuitas pelayanan apabila terjadi gangguan teknis. Satu mesin lainnya berada di ruang isolasi untuk pasien dengan penyakit infeksi tertentu, seperti hepatitis B dengan HBsAg positif maupun HIV, sesuai standar pelayanan hemodialisis," kata Suhardan di Ujong Fatihah, Kabupaten Nagan Raya, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut dia, keberadaan mesin cadangan dan ruang isolasi merupakan bagian dari upaya rumah sakit menjaga mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien.

Sebelum layanan ini tersedia, sebagian besar pasien asal Nagan Raya harus menjalani cuci darah di rumah sakit luar daerah, seperti RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dan RSUD Meuraxa Banda Aceh.

"Dengan beroperasinya layanan hemodialisis di RSUD Sultan Iskandar Muda, pasien dapat melanjutkan terapi di daerah sendiri sehingga mengurangi beban biaya, waktu perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga," ujar Suhardan.

Kepala Ruangan Unit Hemodialisis RSUD Sultan Iskandar Muda, Dina Hermiyana, mengatakan layanan tersedia enam hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Sabtu.

Meski demikian, rumah sakit tetap membuka pelayanan hemodialisis pada hari Minggu maupun hari libur nasional apabila terdapat pasien rawat inap yang membutuhkan tindakan darurat sesuai indikasi medis.

Dengan beroperasinya unit hemodialisis ini, akses layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal di Nagan Raya menjadi lebih dekat. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan mengurangi rujukan ke rumah sakit di luar daerah sekaligus mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah
  • RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Layani Cuci Darah, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah