Pembangunan SD Negeri Sarah Gala Segera Dimulai, Tertunda karena Dokumen Lahan Belum Rampung
Pemkab Aceh Timur menyebut anggaran pembangunan sekolah sudah tersedia. Kendala tersisa hanya penyelesaian dokumen kepemilikan lahan.
![]() |
| Rombongan Pemerintah Aceh Timur blusukan ke Desa Sah Raja untuk meninjau sekolah SD. |
ACEH TIMUR - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan pembangunan permanen SD Negeri Sarah Gala di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, segera dimulai setelah dokumen kepemilikan lahan rampung. Sekolah tersebut rusak akibat banjir besar yang melanda wilayah itu pada 2025.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan anggaran pembangunan sekolah telah tersedia. Namun, pelaksanaan proyek masih menunggu penyerahan dokumen legalitas tanah.
"Untuk SD Negeri Sarah Gala, anggaran pembangunan sudah tersedia. Kendala yang dihadapi hanya dokumen kepemilikan tanah yang hingga saat ini belum diserahkan oleh pihak keuchik," kata Al-Farlaky saat meninjau lokasi sekolah, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, pemerintah daerah telah menyiapkan pembangunan sekolah sebagai bagian dari program revitalisasi fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Kerusakan bangunan sekolah selama ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah desa menyatakan akan menyerahkan dokumen kepemilikan lahan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur paling lambat satu pekan. Pemerintah daerah berharap penyelesaian administrasi itu dapat mempercepat dimulainya pembangunan gedung sekolah permanen.
Sembari menunggu proses administrasi selesai, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyiapkan ruang belajar darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Fasilitas sementara yang akan dibangun meliputi empat ruang kelas di Dusun Rantau Panjang Rubek, lima ruang kelas di Dusun Sarah Gala, serta satu unit rumah guru.
Selain pembangunan SD Negeri Sarah Gala, pemerintah daerah menyebut seluruh sekolah yang terdampak banjir di Aceh Timur telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk memperoleh bantuan revitalisasi dan telah mendapat persetujuan.
Sebagian proyek revitalisasi, kata Al-Farlaky, dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh kepala sekolah agar proses pembangunan dapat berlangsung lebih cepat. Program tersebut mencakup satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menargetkan seluruh proyek revitalisasi sekolah selesai sebelum akhir 2026. Setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah akan mengupayakan pengadaan mobiler dan sarana pendukung agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.
Baca Juga:
