SWIPE UP TO READ

Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah

Ratusan korban banjir belum mendapat hunian tetap. Tahap pertama hanya membangun 83 rumah, sementara 645 unit baru direncanakan pada 2027.
Gambar ilustrasi AI

GAYO LUES – Pemerintah mulai membangun 83 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan karena ratusan keluarga lainnya baru dijadwalkan menerima rumah pada 2027.

Sebanyak 83 unit Hunian Tetap Mandiri (Huntap Eksitu) akan dibangun pada 2026 melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Rumah-rumah itu tersebar di tujuh kecamatan dan 15 desa, yakni Agusen, Palok, Rerebe, Panglime Linting, Cane Toa, Kuning, Kuning Kurnia, Seneren, Tetingi, Remukut, Pasir, Pulo Gelime, Uyem Beriring, Setul, dan Uring.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gayo Lues, Jakaria, mengatakan seluruh proses pengadaan dan pembangunan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PKP.

"Pemerintah Kabupaten Gayo Lues hanya sebagai penerima manfaat. Seluruh proses mulai dari pelelangan hingga tender dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," kata Jakaria seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut dia, pembangunan tahap pertama didanai melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi.

Hunian akan dibangun di atas lahan milik penerima manfaat maupun lahan hibah yang telah disiapkan. Lokasi pembangunan disesuaikan dengan titik yang telah ditetapkan masing-masing penerima.

Sementara itu, kebutuhan hunian bagi korban bencana di Gayo Lues belum sepenuhnya terpenuhi. Pemerintah baru merencanakan pembangunan tahap kedua pada 2027 dengan target 645 unit rumah.

Program tersebut akan menyasar enam desa, yakni Pepelah, Pintu Rime, Pertik, Pining, Pasir Putih, dan Ekan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, pembangunan tahap kedua akan menjadi bagian lanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dibiayai melalui anggaran Kementerian PKP.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap pembangunan hunian tetap dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak sekaligus menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak setelah bencana yang melanda wilayah tersebut pada 2025.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah
  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah
  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah
  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah
  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah
  • Korban Banjir Gayo Lues Masih Menunggu, Pembangunan Huntap Tahap I Baru Menjangkau 83 Rumah