Nagan Raya Dorong Kuliner Tradisional Jadi Produk Unggulan UMKM dan Pariwisata
Festival kuliner dan Peh Karah dimanfaatkan untuk memperkuat UMKM, melestarikan budaya, serta meningkatkan daya tarik wisata daerah.
SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mendorong kuliner tradisional menjadi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus penggerak sektor pariwisata. Upaya tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Nagan Culinary Festival 2026 dan Festival Peh Karah yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Nagan Raya.
Bupati Nagan Raya TR Keumangan mengatakan kekayaan kuliner daerah memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan. Selain mempertahankan cita rasa khas, kuliner lokal juga dinilai dapat memperkuat identitas daerah di pasar yang lebih luas.
"Nagan Raya memiliki kekayaan rempah, cita rasa tradisional, dan ragam kuliner khas yang memiliki potensi besar untuk dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional," kata TR Keumangan saat membuka festival di Alun-Alun Suka Makmue, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, salah satu produk yang menjadi identitas kuliner Nagan Raya adalah Kue Karah. Selain memiliki cita rasa khas, makanan tradisional tersebut juga mencerminkan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Pemerintah daerah menilai pengembangan kuliner lokal tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM. Dengan peningkatan kualitas produk, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan, kuliner khas Nagan Raya diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Kuliner khas daerah memiliki peluang besar berkembang menjadi produk unggulan UMKM sekaligus memperkuat daya tarik sektor pariwisata," ujarnya.
Festival tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai olahan makanan tradisional sekaligus mendorong regenerasi pelaku kuliner lokal. Bupati berharap resep-resep tradisional tetap diwariskan tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Nagan Raya, Kudri, mengatakan Festival Peh Karah tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana promosi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan tradisi pembuatan Kue Karah tetap lestari sekaligus berkembang menjadi produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi.
Festival Peh Karah tahun ini diikuti 188 peserta yang tergabung dalam 94 tim dari sembilan kecamatan dan kategori umum. Adapun Lomba Memasak Nagan Culinary Festival 2026 diikuti 40 peserta yang mewakili 10 kecamatan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap kuliner tradisional tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga:
