SWIPE UP TO READ

KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat

Fasilitas produksi, gudang, saluran, hingga mesin pemurnian dibangun untuk memperkuat sentra garam Aceh yang memasok separuh kebutuhan provinsi.
Tim KKP meninjau dapur garam di Kabupaten Pidie.

PIDIE – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merehabilitasi 90 dapur produksi garam di Kabupaten Pidie untuk meningkatkan produktivitas petani garam rakyat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sentra garam Aceh yang selama ini memasok sekitar 50 persen kebutuhan garam di provinsi tersebut.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktapura, mengatakan rehabilitasi dilakukan sebagai dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha garam rakyat sekaligus mempercepat peningkatan produksi garam nasional.

"Rehabilitasi dapur produksi garam merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan usaha garam rakyat dan percepatan peningkatan produksi garam nasional," kata Andy saat meninjau kawasan produksi garam di Kabupaten Pidie, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam kunjungan itu, Andy berdialog dengan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam mengenai perkembangan produksi serta kebutuhan petani.

Sebanyak 90 dapur garam yang direhabilitasi tersebar di Kecamatan Kembang Tanjong, Simpang Tiga, dan Kota Sigli.

Menurut Andy, perbaikan fasilitas diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi petani.

"Kami berharap dengan adanya rehabilitasi dapur garam ini, selain produksinya meningkat, petani juga lebih mendapatkan manfaatnya. Ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas petani garam di Aceh," ujarnya.

Selain merehabilitasi dapur garam, KKP juga menyalurkan satu unit brine refinery system (BRS) kepada Kelompok Baro Hudep di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga. Teknologi tersebut digunakan untuk memurnikan air tua sisa produksi garam menjadi air tawar atau produk turunan bernilai ekonomi.

KKP juga mendistribusikan 180 unit tunnel garam geomembran kepada sembilan kelompok usaha garam di Desa Cebrek, Peukan Sot, dan Gampong Ara.

Dukungan infrastruktur lainnya meliputi pembangunan saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter di kawasan Gampong Ara, Desa Pasi Ie Leubeue, dan Desa Keude Ie Leubeue, serta pembangunan satu unit gudang garam rakyat di Gampong Cebrek.

Andy menyebut program pengembangan garam di Pidie akan berlanjut pada 2027.

Kabupaten Pidie merupakan sentra produksi garam rakyat terbesar di Aceh. Pada 2025, produksi garam daerah ini mencapai 5,7 juta kilogram atau sekitar separuh kebutuhan garam Provinsi Aceh.

KKP berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam rakyat dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing garam lokal.

"Sinergi ini diharapkan mendukung terwujudnya kemandirian garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Pidie," kata Andy.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat
  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat
  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat
  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat
  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat
  • KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie, Targetkan Produksi Garam Rakyat Meningkat