SWIPE UP TO READ

Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer

Militer Israel memangkas mobilisasi pasukan cadangan secara bertahap setelah kebutuhan operasional menurun dan anggaran pertahanan tertekan.
Gambar ilustrasi pasukan Israel

ISRAEL - Militer Israel mulai mengurangi jumlah pasukan cadangan secara bertahap di sejumlah sektor operasional. Kebijakan itu diambil di tengah menurunnya kebutuhan operasi militer sekaligus meningkatnya tekanan terhadap anggaran pertahanan.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan pengurangan tersebut dilakukan setelah evaluasi operasional terbaru militer. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut jumlah pasukan cadangan dan penerbitan panggilan darurat Order 8 akan dikurangi secara bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah operasi.

"Sejalan dengan penilaian operasional terbaru, telah diputuskan untuk mengurangi pasukan cadangan dan jumlah pemberitahuan panggilan darurat Order 8," demikian pernyataan militer yang dikutip Yedioth Ahronoth, seperti dilansir Middle East Monitor.

Order 8 merupakan mekanisme mobilisasi darurat yang memungkinkan militer Israel memanggil pasukan cadangan secara cepat saat perang atau kondisi darurat nasional. Sistem ini digunakan secara luas sejak perang di Jalur Gaza pecah.

Menurut laporan tersebut, sejumlah unit telah memberi tahu personel cadangan bahwa jumlah pasukan akan dikurangi secara signifikan mulai pekan depan. Bahkan, pada beberapa unit, pengurangan personel disebut mencapai sekitar 50 persen. Aktivitas yang dinilai tidak mendesak juga akan dibatasi.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi satuan pertahanan wilayah, tetapi juga mencakup sejumlah unit operasional lain, termasuk personel di markas militer.

Pejabat militer yang dikutip Yedioth Ahronoth mengatakan keputusan itu diambil karena sebagian misi yang sebelumnya direncanakan tidak lagi dianggap mendesak, sementara intensitas operasi di beberapa front mulai menurun.

Sebelumnya, harian Israel Hayom pada 5 Juli melaporkan militer Israel bersiap melepas ribuan pasukan cadangan pada akhir bulan. Jumlah personel cadangan aktif diperkirakan turun dari sekitar 60.000 menjadi sekitar 50.000 orang.

Laporan itu juga mengaitkan langkah tersebut dengan meningkatnya tekanan terhadap keuangan militer Israel. Pengeluaran operasional yang terus membengkak disebut memicu defisit anggaran pertahanan hingga puluhan miliar shekel.

Media ekonomi Israel Calcalist dan Yedioth Ahronoth melaporkan penghematan dilakukan melalui pengurangan personel pada sistem pertahanan regional, termasuk pasukan yang bertugas menjaga permukiman di sekitar Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, serta pengurangan personel di sejumlah markas militer.

Langkah efisiensi itu juga berlangsung di tengah perbedaan pandangan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan Israel terkait besaran anggaran pertahanan.

Sejak perang di Jalur Gaza berlangsung, militer Israel mengandalkan mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan. Operasi militer kemudian meluas ke sejumlah kawasan lain, termasuk Lebanon, Yaman, dan Iran, sehingga kebutuhan anggaran pertahanan meningkat tajam.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer
  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer
  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer
  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer
  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer
  • Israel Mulai Kurangi Pasukan Cadangan di Tengah Tekanan Anggaran Militer